Pekan Aksi Kanker Kulit Nasional Australia "2.500 Orang Berpose Bugil"

Notification

×

Iklan

Iklan

Pekan Aksi Kanker Kulit Nasional Australia "2.500 Orang Berpose Bugil"

Rabu, 07 Desember 2022 | Desember 07, 2022 WIB Last Updated 2022-12-21T17:08:14Z


QBeritakan.com - Pekan Aksi Kanker Kulit Nasional Australia "2.500 Orang Berpose Bugil" Pagi -pagi Sudah turun hujan sedari jam 4 dini  hari, membuat balutan selimut tebal ini enggan untuk dilepaskan, sembari bermalas malasan untuk bangkit dari kasur empuk ini saya membuka Hand Phone dan berselancar didunia maya unruk melihat hasil pertandingan Piala dunia 2022 antara Portugal VS Swis yang berakhir dengan pesta Gol portugal dengan perolehan 6-1 atas swis. ketika asik membaca sambil scrol tombol kebawah ada hal sangat menarik dan langsung membuat jiwa lelaki saya bangkit seketika saat membaca judul Postingan diatas yang dipublis di Merdeka.com.
 
Lebih dari 2.500 orang berpose telanjang di Pantai Bondi Sydney, Australia Sabtu pekan lalu. Meski dianggap sebagai aksi aneh, namun alasan ribuan orang itu berpose telanjang ternyata untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker kulit.


Aksi berpose telanjang itu dilakukan fotografer asal Amerika Serikat (AS) bernama Spencer Tunick. Tunick yang terkenal dengan fotografi telanjang melakukan pemotretan bertema ‘Strip Off for Skin Cancer’ bersama organisasi nirlaba asal Australia bernama Skin Check Champions.
 

Pemotretan itu dilakukan saat matahari terbit pada hari terakhir ‘Pekan Aksi Kanker Kulit Nasional Australia’. Menurut Skin Check Champions, para peserta yang berpose telanjang masing-masing mewakili 2.500 lebih warga Australia yang meninggal karena kanker kulit setiap tahun.

Sebelumnya pada 2020, Australia menjadi negara tertinggi dengan kanker kulit melanoma dan kanker kulit non-melanoma. Karena itu melalui aksi pemotretan telanjang, Skin Check Champions mengajak orang-orang untuk ikut berpose telanjang secara gratis atau turut menyumbang dana bagi program pemeriksaan kulit nasional.
 

“Kami memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesadaran tentang pemeriksaan kulit dan saya merasa terhormat... untuk datang ke sini, membuat karya seni saya dan merayakan tubuh dan perlindungan,” jelas Tunick, dikutip dari USA Today, Rabu (30/11).

Bagi Tunick, kesadaran akan kanker kulit wajib diketahui berbagai orang sebelum penyakit itu membahayakan nyawa.

“Pentingnya pemeriksaan kanker kulit menghantam saya ketika kanker dialami seorang wanita muda yang telah mendaftar untuk berpartisipasi dalam karya seni saya berubah menjadi parah. Dia tidak akan hidup untuk mengambil bagian,” jelas Tunick.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update