"ANJAS KEMBALI NGAWUR " alih-alih mendukung pemain muda

QBeritakan.com
Sabtu, 25 Mei 2024 | Mei 25, 2024 WIB Last Updated 2024-05-25T00:29:16Z



QBeritakan.comSungguh-sungguh mengarahkan pernyataan mantan pemain Timnas Indonesia, Anjas Asmara yang alih-alih mendukung pemain muda yang saat ini tengah berkembang bersama timnas, justru Anjas malah berbicara Pratama Arhan. Jadi bukan hanya membahas Shin Tae-yong. 

Pratama Arhan yang dinilainya hanya bisa melempar bola saja, selebihnya tak bisa apa-apa. Padahal yang namanya 'Long ball throw in' atau lemparan bola jauh ke dalam tidaklah bisa dilakukan semua pemain bola, termasuk Anjas Asmara.

Jangan sepelekan lemparan jauh Arhan, karena sudah membawa banyak korban, antara lain Vietnam, Filipina, Timor Leste, Curacao, Jepang, dan tim lainnya. Yang terbaru adalah saat mengalahkan Yordania di Piala Asia U-23 lalu.

Seorang analis sepakbola dari Washington DC, Ben Griffis, hingga menyebut lemparan Arhan sebagai senjata paling mematikan di dunia sepak bola, yang direspon seorang pengamat sepakbola dari Singapura, Rhysh Roshan Rai, yang menjelaskan mengapa lemparan Arhan begitu efektif dalam menciptakan gol.

Eks staf situasi pelatih Liverpool, Thomas Gronnemark, yang saat menjadi staf pelatih The Reds khusus menangani lemparan ke dalam mengatakan bahwa lemparan Arhan tampak hebat dan berkelas, tutur Gronnemark seperti yang diwartakan oleh media Vietnam Soha.

Bahkan Argentina pun sempat direpotkan oleh lemparan Arhan, hingga media di Argentina menjulukinya sebagai 'El loco de los latelares' :

https://youtu.be/7k1Kh9l26OE

Kemudian bila selebihnya Arhan dikatakan tak bisa apa-apa, mari kita tengok di Piala Asia U-23 yang baru lalu, saat Indonesia U-23 harus adu penalti dengan Korea Selatan U-23, Arhan jadi penendang penentu dan sukses membawa Indonesia U- 23 melaju ke babak semi final. Sebaliknya Indonesia gagal lolos ke Olimpiade Montreal 1976, karena salah satu tendangan Anjas Asmara yang gagal menghasilkan gol."

Selanjutnya, Arhan meski berposisi sebagai pemain bertahan, ia pun sudah menciptakan gol dan assist. Salah satu gol cantiknya tercipta ke gawang Malaysia pada laga terakhir Grup B Piala AFF 2021, yang kemudian menuai pujian dari legenda Singapura, Baihakki Khaizan.

Selain itu, Arhan sudah berseragam Timnas Indonesia sejak kelompok umur 16, 19, 23, hingga level senior, yang itu membuktikan bahwa Arhan adalah pemain muda bertalenta, walaupun benar bahwa Arhan masih harus meningkatkan skill dan pengalamannya agar bisa tetap bersaing dengan pemain keturunan.

Artinya Arhan bagus, itu sebabnya dia bisa terus berseragam timnas. Sebaliknya benar masih ada kekurangan yang bisa diasah lagi, terutama untuk bertahannya, sebab kalau untuk membantu serangan sudah cukup baik. Dengan begitu bila Anjas mengatakan Arhan tidak bisa apa-apa, yang jelas itu ngawur bin ngaco sekali.

Ironisnya lagi, Anjas ini katanya anti pemain naturalisasi. Tapi kenapa pemain muda produk lokal pun tetap direndahkan? Sepertinya hanya Anjas saja pemain timnas yang paling hebat, padahal di eranya dulu, sebagai striker Anjas tidak pernah produktif dalam mencetak gol.

"Jadi, ayo berhenti bertempur STY dan pemain Timnas Indonesia. Saatnya kita bersatu untuk mendukung Timnas Indonesia yang tengah berjuang di Kualifikasi Piala Dunia 2026."

Salam olahraga ⚽️
Wahyu Sutono

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • "ANJAS KEMBALI NGAWUR " alih-alih mendukung pemain muda

Trending Now