Tiga belas Fakta tentang Pengungsi Rohingya, Ternyata Ini Alasan Mereka Nekat Kabur ke Indonesia Pakai Kapal

Wartawan Goes Too Campus
Minggu, 10 Desember 2023 | Desember 10, 2023 WIB Last Updated 2023-12-10T00:50:31Z


QBeritakan.com - Indonesia memang kerap menjadi negara langganan yang didatangi oleh para pengungsi etnis Rohingya dari Myanmar.

Hal ini pun menjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat, terutama untuk warga Aceh yang kerap menjadi tempat pendaratan para pengungsi Rohingya dalam beberapa pekan terakhir.

Untuk itu, agar tidak termakan berita hoaks yang tersebar di berbagai kanal lini massa. Berikut rangkuman mengenai beberapa fakta pengungsi Ronghingya yang kerap nekat ke Indonesia dengan bermodalkan naik kapal dilansir HarianHaluan.com dari website resmi UNHCR Indonesia.

Pertama,

Dalam kurun waktu beberapa dekade terakhir, etnis Rohingya mengalami penderitaan ekstrem di Myanmar.

Dengan tidak diberikan akses terhadap kewarganegaraan dan pencatatan, dilarang mengakses layanan kesehatan, pendidikan, dan kesempatan kerja, dibatasi dalam kamp dan desa, juga menjadi sasaran kekerasan ekstrem.

Kedua,

Pengungsi Rohingya sebenarnya tidak ingin meninggalkan Myanmar.

Menurut UNHCR, mayoritas dari pengungsi Rohingya berharap bisa kembali ke Myanmbar jika kondisi sudah lebih baik.

Kepergian mereka menuju negara-negara Yoseperti Malaysia, Bangladesh, dan Indonesia karena keadaan yang tidak kondusif dan keterpaksaan.

Ketiga,

Sekitar 1 juta orang pengungsi Rohingya melarikan diri ke Bangladesh sejak tiga dekade terakhir.


Mayoritas pada tahun 2017 karena beberapa insiden kekerasan dan pelanggaran HAM berat yang menimpa mereka.

Hal ini menyebabkan kamp-kamp di Bangladesh menjadi sesak karena tidak cukup menampung jumlah pengungsi yang semakin banyak selama kurun waktu terakhir.

Hal inilah yang menyebabkan banyak keluarga dari pengungsi Rohingya kemudian kembali melakukan perjalanan berbahaya demi menyelamatkan diri dan stabilitas.

Keempat,

Sebanyak lebih dari 960 ribu pengungsi Rohingya melarikan diri dan diberi status pengungsi di Bangladesh, 107 ribu di Malaysia, dan 22 ribu di India.

Pengungsi Rohingya tidak hanya mencari keselamatan di Indonesia.

Kelima,

Tidak ada jalur legal yang memungkinkan pengungsi Rohingya bermigrasi wilayah dengan mudah karena tidak memiliki kewarganegaraan.

Hal inilah yang mendorong pengungsi Rohingya menggunakan perahu untuk perjalanan berbahaya yang ditawarkan oleh para penyelundup manusia.

Keenam,

Anak-anak dan perempuan dengan persentase lebih dari 70 persen adalah pengungsi Rohingya yang mendarat di Indonesia.

Ketujuh,

diri sering kali dalam kondisi tak layak untuk berlayar karena tidak dilengkapi dengan perbekalan yang cukup seperti makanan, air bersih, atau sanitasi.

Padahal perjalanan dengan kapal tersebut dapat berlangsung selama berminggu-minggu.

Tak hanya itu, UNHCR juga kerap mendapat laporan mengenai adanya kekerasan fisik dan seksual yang terjadi di atas kapal.


Kedelapan,

Tahun 2022 menjadi salah satu tahun dari peristiwa paling mematikan dalam sejarah pergerakan maritim pengungsi Rohingya di Asia Tenggara.

Sebanyak 348 pengungsi termasuk anak-anak dengan tragis dipastikan tewas atau hilang.

Hal ini karena perjalanan kapal untuk mencari keselamatan memiliki risiko yang sangat berbahaya.

Pengungsi Rohingya datang ke Indonesia karena keputusasaan karena meningkatnya pembunuhan, penculikan, dan situasi berbahaya lainnya yang ada di tempat tinggal sebelumnya.

Kedatangan pengungsi Rohingya ke Indonesia tidak bermaksud untuk mengeksploitasi Indonesia atau keramahan masyarakatnya.

Kesepuluh,

UNHCR senantiasa mengingatkan pengungsi Rohingya bahwa mereka adalah tamu dan wajib mengikuti hukum dan adat istiadat yang berlaku.


Sederet Fakta Tentang Pengungsi Rohingya, Ternyata Ini Alasan Mereka Nekat Kabur ke Indonesia Pakai Kapal (sabangkota.go.id)

Kesebelas,

UNHCR membantu pemerintah Indonesia dalam menangani masalah pengungsi.

Kehadirannya juga untuk membantu mencari solusi bagi pengungsi selama pengungsi tinggal di Indonesia untuk sementara waktu hingga solusi jangka panjang ditemukan bagi mereka.

UNHCR juga berkoordinasi dengan pihak berwenang dan dengan mitra kerja, donor, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi.

Keduabelas,

Jika diberi kesempatan, pengungsi Rohingya ingin berkontribusi terhadap masyarakat di mana mereka ditampung.

Ketigabelas,

UNHCR bersama dengan mitra kerjanya berupaya untuk mendukung masyarakat setempat agar menampung pengungsi Rohingya melalui aktivitas penguatan masyarakat dengan melibatkan masyarakat setempat dalam upaya penanganan para pengungsi.***

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tiga belas Fakta tentang Pengungsi Rohingya, Ternyata Ini Alasan Mereka Nekat Kabur ke Indonesia Pakai Kapal

Trending Now