Raih Prestasi Membanggakan di ADWI 2023 Ini dia Profil 5 Desa Wisata Sumbar

QBeritakan.com
Senin, 28 Agustus 2023 | Agustus 28, 2023 WIB Last Updated 2023-08-28T13:46:14Z


QBeritakan.com - Lima desa wisata Sumatra Barat (Sumbar) berhasil meraih hasil terbaik pada Malam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 yang digelar di Gedung Sasono, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (27/8/2023).
 
Prestasi yang diraih desa wisata Sumbar di ADWI 2023 tersebut yaitu Desa Wisata Lawang (Kabupaten Agam) yang meraih juara 1 kategori homestay dan toilet.

Kemudian, Desa Wisata Muntei (Kabupaten Kepulauan Mentawai) sebagai juara 1 kategori daya tarik pengunjung. Serta, Desa Wisata Perkampungan Adat Nagari Sijunjung (Kabupaten Sijunjung) juara 1 kategori desa wisata berkembang.

Selanjutnya, Desa Wisata Nyarai (Kabupaten Padang Pariaman) meraih juara harapan kategori daya tarik pengunjung. Dan, Desa Wisata Kubu Gadang meraih juara harapan kategori desa wisata maju.

Berikut profil lima desa wisata Sumbar yang berhasil meraih prestasi di ADWI 2023 seperti dikutip dari situs jadesta.kemenparekraf.go.id:

1. Desa Wisata Lawang (Agam)


Desa Wisata Puncak Lawang merupakan unit pengerak pariwisata di Nagari Lawang yang terletak di Kecamatan Matur, Kabupaten Agam.

Berjarak kurang lebih 100 km dari Kota Padang, Desa lawang memiliki bentang alam yang sangat indah dan beragam terletak di ketinggian 1.250mdpl dan termasuk desa yang bersuhu dingin.

Desa Lawang terdiri dari 6 Jorong, Jorong Lawang Tuo, Jorong Batu Basa, Jorong Katapiang, Jorong Gajah Mati, Jorong Pabatuangan, dan Jorong Buayan.

Wilayah Desa Wisata Lawang merupakan wilayah perkebunan tebu, sawah, kebun bawang, dan hutan. Sebagian besar wilayah Desa Lawang adalah perkebunan tebu, dan menjadi komoditas utama masyarakat Lawang.

Masyarakat Lawang pada umumnya memiliki mata pencaharian yakni berkebun dan bertani. Tebu lawang salah satu komoditas unggulan yang diolah oleh masyarakat sekitar menjadi produk UMKM.

Seperti gula saka, gula semut, kacang goreng/randang, kerupuk ubi saka, minuman air tebu, nasi tanguli, kapelo bauok, tumbang, dan lainnya.

Nagari Lawang terdiri dari sekolompok kawasan yang terdiri dari beberapa destinasi wisata yakni Lawang Park, Soul Puncak Lawang, Green View, Tigo Baleh Nan Basa serta mempunyai atraksi wisata Kilang tebu tradisional dan atraksi seni budaya, paralayang, dan lainnya.

Desa Lawang juga terkenal dengan paralayangnya, karena tempat paralayang di Puncak Lawang adalah salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara dan sudah melahirkan para atlit-atlit yang hebat dan memenangkan juara tingkat nasional. Puncak Lawang juga pernah menjadi tempat kejuaraan Dunia Paralayang.

2. Desa Wisata Perkampungan Adat Nagari Sijunjung


Nagari Sijunjung merupakan salah satu nagari/desa di Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Nagari ini memiliki kekayaan alam, budaya yang sangat unik dan exotik sebagai bagian dari Kawasan Geopark Nasional Ranah Minang Silokek memiliki satu perkampungan yang dinamakan "Lorong Waktu Minangkabau" sebagai Cagar Budaya Nasional.

Di nagari ini memiliki lebih kurang 76 buah rumah adat yang berjejer rapi dalam satu kawasan perkampungan peninggalan abad ke-16 - 17 terdiri dari 6 suku, sekaligus menjadi homestay yang bisa dihuni oleh wisatawan sebanyak 40 rumah Gadang.

Memiliki budaya yang masih terjaga mempunyai kuliner khas seperti Kalamai, kerajinan tenun yang dibuat ibu-ibu penghuni rumah gadang .

Tahun 2019 memperoleh Anugrah Pesona Wisata Indonesia kategori Perkampungan Adat dengan peringkat Juara II Nasional.

Di masing - masing Homestay pengunjung bisa menikmati sajian kuliner khas Sijunjung dan Souvenir seperti Galamai, Songket, Lomang Panggang dan Makan Bajamba.

Di samping itu, setiap tahunya diadakan Festival Bakaua Adat dan Mambantai Kerbau yang sampai saat ini menjadi satu satunya tradisi turun temurun yang masih dilestarikan di Nagari Sijunjung.

Pada 2022 lalu, Desa Wisata Perkampungan Adat Nagari Sijunjung Masuk Nominasi 500 Besar Dalam ADWI.

3. Desa Wisata Muntei (Kepulauan Mentawai)

Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan salah satu desa yang terletak di tengah-tengah desa lainnya yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah dan masih sejuk.

Di sisi lain, masyarakat Desa Muntei mayoritas petani dan beternak. Di desa ini masih kental dengan adat dan tradisi. Selain itu Desa Muntei salah satu gerbang masuknya parawisata wilayah Kecamatan Siberut Selatan, sehingga desa Muntei ini daerah penarik wisatawan yang ingin datang menikmati wisata yang ada di wilayah Siberut Selatan.

Di Desa muntei terdapat 2 sanggar yang Pertama Sangar Bubuakat. Sanggar ini sebagai wadah bagi masyarakat terutama anak-anak untuk mengenalkan budaya Mentawai kepada mereka.

Di sana juga mereka menyimpan beragam atribut-atribut budaya Mentawai, mulai dari gajeumak atau gendang tari, alat tempat makankan (lulak), ada juga tuddukat. Serta alat budaya lainnya yang dipakai oleh masyarakat saat melakukan upacara dan ritual lainnya.

Kemudian sanggar kedua itu adalah Sanggar Uma Jaraik Sikerei. Kalau sanggar ini hampir sama dengan sanggar Bubuakat yang bertujuan memberi pengenalan/Pendidikan budaya Mentawai pada anak-anak. Sanggar dibina oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga. Di sanggar ini perpaduan musik tradsional dan modern.

Selain itu, di Desa Muntei ini juga ada 2 Uma (rumah tradisional), pertama milik Suku Sakukuret dan kedua milik Suku Salakkopa. Kemudian di Desa Muntei juga masih ada Sikerei (tabib) yang mengobati orang sakit serta menghubungkan dunia gaib.


4. Desa Wisata Nyarai (Padang Pariaman)


Desa Wisata Salibutan Lubuk Alung atau yang lebih dikenal dengan Desa Wisata Nyarai terletak di Nagari Salibutan Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.

Desa ini berada di kaki Bukit Barisan satu yang merupakan lokasi hutan lindung. Luas Desa Wisata Nyarai – Salibutan Lubuk alung 265.337 Ha dengan 500 Kepala Keluarga. 60 persen dari luas wilayahnya adalah Hutan Kemasyarakatan dan Hutan Lindung.

Aktivitas unggulan masyarakat di sini adalah selaku pemandu wisata di Ekowisata Nyarai. Hutan lindung yang sudah diberikan izin akses oleh Kemen LHK RI melalui pola perhutanan sosial, seluas 2.800 Ha berada di ketinggian 250Mdpl yang diberikan izin hak kelola dan akses kelola kepada Desa melalui LPHN Salibutan Lubuk Alung di tahun 2019.

Salah satu daya tarik unggulan di Desa Wisata Nyarai adalah Air Terjun Nyarai serta kawasan Ekowisata Nyarai yang menjadi ikon desa berada di kawasan Hutan Gamaran, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.

Daya tarik di Ekowisata Nyarai Hutan Gamaran adalah Air Terjun Nyarai dengan Lubuk atau kolamnya yang alami. Secara geologi kolam di Nyarai terbentuk secara alami dengan fenomena breksi yaitu pusaran air yang menggerus dinding kolam yang membuat kolam terus membesar sehingga terbentuk kolam secara alami.

Jadi pengunjung yang berkunjung ke Air Terjun Nyarai termasuk pengunjung yang beruntung karena menyaksikan fenomena jutaan tahun yang lalu.

Selain Lubuk Nyarai, Desa Wisata Nyarai juga memiliki Daya Tarik Wisata Alam seperti Air Terjun Belek, Pemandian Lubuk Napa dan Lubuak Larangan.

Daya Tarik Wisata Budaya yang ada di Desa Wisata Nyari juga tidak kalah menariknya seperti Silek dan tari Pasambahan. Untuk kuliner, Desa Wisata Nyarai memiliki hidangan khas yaitu Ikan Panjang dan Ikan Gariang (hasil dari tangkapan sungai sekitar Hutan Gamaran) yang diolah oleh masyarakat `untuk disajikan kepada wisatawan.

5. Desa Wisata Kubu Gadang (Padang Panjang)


Desa Wisata Kubu Gadang berlokasi di Kelurahan Ekor Lubuk, Kota Padang Panjang. Dari aspek aksesibilitas, desa wisata ini cukup mudah dicapai karena berada di pinggir jalan yang menghubungkan antara Solok ke Bukittinggi atau ke Padang Panjang.

Desa wisata yang sudah memegang sertifikasi sebagai desa wisata berkelanjutan dari Kemenparekraf ini terkenal karena kreatifitas para penggeraknya. Para penggerak tersebut meramu desa mereka menjadi sebuah desa penuh dengan sentuhan inovasi dalam bentuk komodifikasi tradisi-tradisi Minang.

Hal ini terlihat dari sajian paket wisata yang biasa ditawarkan kepada wisatawan, baik berupa kesenian, kuliner hingga permainan tradisional yang berbalut edukasi. Kreatifitas juga tampak pada penataan areal dan berbagai fasilitas secara estetik sebagai ciri khas Desa Wisata Kubu Gadang.

Dilihat dari kondisi alam, Desa Wisata Kubu Gadang merupakan salah satu spot yang sangat elok untuk memandang lepas ke arah Gunung Marapi. Desa ini juga terasa asri berkat areal persawahan dan ladang produktif yang masih mewarnai 70 persen areal desa.

Saat ini Desa Wisata Kubu Gadang telah memiliki 20 homestay. Fasilitas lain yang menjadi icon Kubu Gadang adalah lapangan tempat dilaksanakannya berbagai kegiatan.

Di sekitar lapangan terdapat gazebo-gazebo tempat wisatawan bernaung dan beristirahat sembari memandang ke areal sawah.

Desa Wisata Kubu Gadang juga sudah menjadi salah satu Desa Wisata Agro yang ditetapkan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat pada tahun 2022.

Penetapan ini berdasarkan kemampuan Kubu Gadang dalam mempertahankan areal pertanian di tengah pesatnya pembangunan di Kota padang Panjang.

Selain areal pertaniannya, kekuatan agrowisata Desa Kubu Gadang juga berkat kreatifitas para petaninya.

Dengan perkembangannya yang pesat, Desa Wisata Kubu Gadang kerap dijadikan sebagai tempat belajar bagi sejumlah pengelola Desa Wisata lainnya di dalam maupun luar Sumatra Barat. (*)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Raih Prestasi Membanggakan di ADWI 2023 Ini dia Profil 5 Desa Wisata Sumbar

Trending Now