"Bismillah..." (Cindaku Part 11) : Oleh_Abhenk G-Chaniago 

Prasetyo Budi
Sabtu, 03 Desember 2022 | Desember 03, 2022 WIB Last Updated 2023-07-16T16:44:41Z


QBeritakan.com -"Bismillah..." (Cindaku Part 10) : Oleh_Abhenk G-Chaniago
Setelah sampai dijeep, pak syamsul menjalankannya. Rasa sakit dikakiku benar-benar sudah tidak tertahankan. Sakit hingga kejantung, kepala pusing, dan mata berkunang-kunang. Akhirnya aku yang sudah lemas pun tak sadarkan diri, pingsan.

Tersadar saat terdengar suara ribut-ribut dan gaduh sekali, aku pun membuka mata pelahan-lahan. Kepala masih terasa berdunyut sakit, namun dipaksakan agar bisa melihat apa yang sedang terjadi.

Saat membuka mata pertama kali terlihat adalah pak syamsul yang berdiri sempoyongan memegangi dadanya, darah yang masih segar membasahi baju dalaman yang berwarna putih.

Aku pun membuka mata lebih lebar lagi, maka terlihat jelas dada pak syamsul terluka. Lukanya menganga dan dalam hingga memperlihatkan tulang dadanya, bibirnya pun terkatup dengan rapat menahan rasa sakit.

Tidak jauh didepannya tergeletak sosok perempuan paruh baya, tidak mengenali sama sekali. Akan tetapi mengenali pakaian warna hitam dipinggangnya terikat selendang berwarna merah tua, persis seperti pakaian yang digunakan cindaku bernama bakauhuni.

Wajah yang masih menyisakan garis-garis kecantikan dimasa mudanya itu pucat, disudut bibirnya mengalir darah merah sedikit kehitaman. Benarkah perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik itu adalah bakauhuni? Tidak mungkin! Aku tidak percaya, mungkin sedang bermimpi. Lalu mencoba menampar pipi sendiri, sakit.

"Huuuhhh... sakiiiit... tolooong..."

Terdengar suara erang menahan sakit dari sosok yang seperti bakauhuni tersebut. Aku berniat untuk turun dari dalam jeep.

"Jangan turun bung! Didalam mobil saja, bahaya!" suara pak syamsul menghentikan niatku.

"Oh, baik pak!" Kembali menutup pintu jeep yang sudah terbuka setengah.

"Bakauhuni! berjanjilah akan kembali kejalan yang benar, dan membuang semua rasa dendam tak beralasan yang membuatmu tersesat. Sadarlah bakauhuni...!" Pak syamsul bicara tegas dan berwibawa kepada sosok yang tergeletak tak berdaya didepannya.

"Hhhhhuuuhh... maafkan dan ampuni aku syamsul..." Sosok yang memang benar bakauhuni berbicara sambil memegang dadanya dan terbatuk, saat terbatuk darah pun keluar dari mulutnya.

"Segeralah betaubat bakauhuni! Ingat, secara fitrah manusia menginginkan kesatuan diriny dengan Tuhan, karena itulah pergerakan dan perjalanan hidup manusia adalah sebuah evolusi spiritual menuju dan mendekat kepada Sang Pencipta. Tujuan mulia itulah yang akhirnya akan mengarahkan dan mengaktualkan potensi dan fitrah tersembunyi manusia untuk digunakan sebagai sarana untuk mencapai spirituality progress. Minta ampunlah kepada Tuhan!"

Aku yang baru saja sadar dari pingsan pun kebingungan, apa sebenarnya yang terjadi saat pingsan. Bukankah bakauhuni telah terluka kena belati dan terjatuh ke dalam jurang, dan mati? Jika belum mati berarti suara yang terakhir terdengar adalah benar suaranya yang membuat aku lari ketakutan.

Bakauhuni sebenarnya berwajah cantik meski tak muda lagi. Entah kenapa bisa menjadi sosok yang bringas seakan-akan haus darah dan menginginkan kematian dari seorang pak syamsul yang baik itu.

Aku kembali menatapnya dalam-dalam, dan terbelalak. Wajah itu tidak asing lagi, pernah melihatnya, tapi dimana?

                                                     *

Bersambung>>>

●Bakauhuni

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • "Bismillah..." (Cindaku Part 11) : Oleh_Abhenk G-Chaniago 

Trending Now