"Bismillah..." (Cindaku Part 10) : Oleh_Abhenk G-Chaniago 

Prasetyo Budi
Sabtu, 03 Desember 2022 | Desember 03, 2022 WIB Last Updated 2023-07-16T16:44:41Z

QBeritakan.com -"Bismillah..." (Cindaku Part 9) : Oleh_Abhenk G-Chaniago
"Lariiiiii! Jangan diam saja disitu!!!

Suara Pak syamsul berteriak dengan kerasnya mengingatkan agar lari dari tepi jurang terjal yang mana dibawanya bebatuan tajam siap menanti jika aku terpeleset kebelakang, aku pun tersadar dari lamunan.

Aku semangkin gemetar, tubuhku benar lunglai. Sementara cindaku jaraknya semangkin dekat denganku, menyeringai mengerikan. Terlihat taringnya yang begitu tajam dan siap mencabik-cabikku, dalam hitungan beberapa detik lagi akan mati dan mati!

Rasa panik yang luar biasa, aku terus berusaha sekuat tenaga melangkahkan kaki, tetap saja tak bisa digerakkan. Tiba tiba cindaku itu melompat siap menerkam dengan bringas dan ganas. Kuku depannya yang runcing dan tajam itu keluar dan siap menerkam, beberapa senti lagi akan bersarang leherku.

"Bismillah, Allahu Akbar!!!"

Reflek aku membungkuk dan menggerakkan tanganku yang memegang belati pemberian pak syamsul. Sekuat tenaga aku mendorong tubuhnya cindaku yang ditumbuhi bulu-bulu kasar berbau itu sambil mengarahkan belati keperutnya saat melintas tepat diatas kepala dan berniat menerkam leherku.<br>

"Grrrrrrrrkkkkhhhhh! Highk!!! Aaaaaa....!"

Cindaku itu menggeram, tetapi setelahi itu terdengar pekik kesakitan menyayat hati dan menggetarkan. Lalu hening, burung gagak pun kembali mengitari bukit cadas dan jurang.

Cahaya rembulanpun mulai meredup dan sebentar lagi akan berganti dengan mentari pagi. Aku masih saja membungkuk dengan nafas tersengal penuh ketakutan, tidak berani membuka mata dan menoleh kebelakang sedikitpun.

Tiba-tiba terasa ada yang memegang bahuku, lagi dan lagi aku reflek memutar tubuh, dengan mata yang masih terpejam kedua tangan langsung bergerak keatas menyambar bagian yang menururku itu adalah leher yang memegang bahuku. Kaki sebelah kiri dihentakkan sebisanya, didalam hati ada rasa merasa menyesal kenapa tidak belajar ilmu bela diri dahulu.

"Bhugkh"! Terdengar bunyi kakiku mengenai sesuatu dan menyisakan rasa nyeri dibagian tumit, dan...

"Hukh!!!" Lalu ada  suara tertahan menahan sakit, aku kembali membalikkan badan, dan siap menghantam lagi.

"Stop! Ini saya bung! Hukh hukh hukh... "

Aku pun menahan dan menarik tendangan. Membuka mata, kulihat pak syamsul tetunduk dan berlutut dengan tangan kananya sebagai penyangga tubuhnya agar tertahan dan tidak terjerambab, sementara tangan kirinya memegang dadanya.

"Ondeh mande! Jurus apo nomonyo ko yuang? Hampia putuih tali jantuang den deknyo! Hukh hukh huk...!" (Waduh mak! jurus apa namanya ini! Hampir putus tali jatungku olehnya) pak syamsul bersuara sambil terbatuk-batuk.

"Ampun pak! Dikira itu cindaku..." 

Aku kebingungan tak tau apa yang harus ku perbuat, tanganku melambai lambai tak jelas.

"Cindaku! cindaku! cindaku..! Noh cindaku sudah tergeletak tak berdaya dibawah jurang sana akibat jurusmu entah apalah namanya. Seperti gerakan kucing mau kawin saja kulihat! Ckck..."

Tawaku hampir saja pecah melihat pak syamsul bersungut sungut seperti itu, tapi ditahan takut pak syamsul yang spertinya jago silat itu membalas balik dan tendangan dan hinggap didadaku.

"Pak... kakiku... tolong tak bisa berjalan! Gendong..." aku memelas agar bisa dibantu menuju jeep, pak syamsul yang sudah sampai di jeep melihat kearahku tersenyum tipis masih menahan rasa sakit.

"Jalan sendiri! Menendang orang tua tak berdaya bisa, masa berjalan tidak bisa? I am sorry!"

"Tolonglah pak... please..."

"No! Good bye!" Pak syamsul pun menghidupkan jeepnya dan bersiap tancap gas.

"Paaaaakkkkkkk!"

Aku bangkit dan berlari dengan kencangnya menyusul pak syamsul tanpa menghiraukan betiskuku yang masih sakit setelah mendengar suara geraman dibawah jurang.

Geraman siapakah itu? Bakauhunikah? Bukankah bakauhuni sudah mati didasar jurang sana?

                                                  *

●Bakauhuni


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • "Bismillah..." (Cindaku Part 10) : Oleh_Abhenk G-Chaniago 

Trending Now