Aku Ingin Jadi Dokter, Jadi Pilot dan Jadi Presiden | Prasetyo Budi

Notification

×

Iklan

Iklan

Aku Ingin Jadi Dokter, Jadi Pilot dan Jadi Presiden | Prasetyo Budi

Selasa, 06 Desember 2022 | Desember 06, 2022 WIB Last Updated 2022-12-21T17:08:14Z
Sumber gambar :https://arif.rahmawan.web.id

QBeritakan.com
- “Gantung cita-citamu setinggi langit” itulah kata kata bijak yang sering di katakana guru sekolah saya tempo dulu, ketika aku masih duduk di bangku SD, 35 tahun yang lalu, Kendati waktu itu sering ditanya oleh guru disekolah, Ketika SD.

“Leee… Besok kalau besar mau jadi apa?”
“Mau jadi Dokter Mak, Buk, Pak”

Ketika ditanyai pasti akan berubah ubah, kadang mau Dokter, Jadi Pilot dan Jadi Presiden, halah halah kok gak konsisten dengan cita-cita, yah namanya juga anak anak, apapun yang dilihat apapun yang di pandang kita lihat di sekitar secara mentah-mentah! Tapi itulah yang menarik dari usia jagung. Setiap aktivitas kita layaknya di panggung dengan imajinasi ideal yang tak pernah nanggung. Ini mempengaruhi fantasi masa depan yang terlihat menyenangkan. Entah mengapa juga, kita disarankan untuk menyusun cita-cita sedari dini.


Meski begitu, cita-cita masa kecil dianggap penting buat menanamkan tujuan positif di otak kita.. Tapi yang namanya anak-anak, tak akan pernah lelah untuk membangun dunianya sendiri. Dunia yang kadang-kadang mengagetkan jika kita mencoba untuk menempelkannya begitu saja, di hari ini, ketika pikiran sudah tak sejernih saat itu.

Melihat kenyataan hari ini yang dulu pernah bercita cita jadi dokter, yang realitanya tidak mudah untuk mendapatkan profesi tersebut,bahkan untuk  masuk jurusannya aja setengah mati, belum biaya kuliahnya yang begitu tinggi.

Sejak kecil selepas ditanya cita cita ingin menjadi Pilot, pulang sekolah berlari sambil merentangkan tangan demi merasakan sensasi terbang. Terbang memang impian semua orang, melihat jauh di balik awan. Sebenarnya sih karena cuma penasaran apa yang ada di atas sana. Tapi dasar anak-anak, rasa ingin tahu tak pernah terbentung sempurna.

 Setelah dewasa, cari tahu sekolah pilot komersil, langsung garuk garuk kepala yang sebenarnya tidak gatel. Biaya mahal, pendidikan semi-milier, belum lagi terbentur masalah fisik. Entah gigi ompong atau kakinya yang kependekan. Memang sih, semua butuh perjuangan, tapi kalau kenyataannya susah betul? Apa yang harus direnungi? Kekecewaan menggantung cita-cita yang terlalu tinggi, halah halah mentok lagi. Bener Kata Si Embok, “Lek Ngimpi Ojo Duwur-duwur lak Ceblok Loro” wes mbok Bener kandane sampean.

Tak habis pikir, kenapa waktu anak-anak pengen jadi Presiden. Apakah melambaikan tangan di depan khalayak sebegitu menariknya, Kemana mana dikawal oleh pasukan dengan ketat, atau karna menjadi orang nomer satu dinegara ini, Wibawa dan kharismanya membuat kita meleleh dan ingin segera berada di posisi itu demi kebahagiaan orangtua. Padahal semakin ke sini, cita-cita menjadi Presiden akan semakin terasa sebagai sebuah kemustahilan yang paling absolut.

Eiit jangan gagal paham ya, jangan karena membaca tulisan ini lalu kalian menghapus cita cita anak-anak kita, ingat kata-kata bijak dari Presiden Soekarno “Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang”.

Setiap orang pasti memiliki mimpi atau cita-cita. Gantungkan mimpi atau cita-cita kita setinggi langit. Usahakan cita-cita dan mimpi kita tidak sekedar sesuatu yang mudah dicapai. Usahakan bahwa cita-cita dan mimpi kita menjadi hal yang luar biasa, yang belum pernah dipikirkan orang lain. Mungkin akan terlihat susah untuk mencapainya, tetapi kita harus mencoba dan berusaha. Sekalipun kita gagal, kita tidak gagal pada sesuatu yang biasa-biasa saja, sesuatu yang semua orang pasti bisa gapai.

Jadi sebenarnya cita cita kita waktu masih kecil di era 90-an yang pada hari ini kenyataan terwujud atau tidak setidaknya menjadi pelajaran berharga, yang jelas saat ini kita sudah hamper setengah abad yang mungkin anak anak diantara kita sudah memiliki anak-anak yang bersekolah dibangku SD, SMP bahkan SMA, dan sudah saat nya seberapa berat dan besar biaya untuk mencapai cita cita anak kita patut kita pikirkan dan persiapkan baik baik.

Mari tanamkan mimpi atau cita-cita anak anak kita, dan kita ajarkan kepada mereka silahkan bermimpi tapi jangan pernah lupa ketika terbangun jangan sampai lupa dimana mimpi itu berada, kita bantu anak anak kita untuk menjadi pribadi yang baik, yang kuat dan hebat dalam mengejar cita cita mereka.


Trimakasih telah berkunjung, dan semoga tulisan ini menjadi bahan hiburan buat kita yang sudah tua untuk mengingat masa-masa indah saat kita masih polos dan jauh dari realita yang kita hadapi saat ini.

 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update