5 bencana Alam Gunung Meletus Terbesar Di Indonesia Yang Merenggut Ribuan Penduduk Bumi

Notification

×

Iklan

Iklan

5 bencana Alam Gunung Meletus Terbesar Di Indonesia Yang Merenggut Ribuan Penduduk Bumi

Minggu, 04 Desember 2022 | Desember 04, 2022 WIB Last Updated 2022-12-21T17:08:14Z

QBeritakan.com - Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan akan bencana alam, hal ini dipengaruhi oleh letak geografis Indonesia yang dilalui zona cincin api pasifik dan sabuk alpide. Dan Indonesia juga berada di wilayah pada pertemuan lempeng-lempeng tektonik. Kedua hal inilah yang membuat Indonesia rentan akan bencana alam. Ada beberapa bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia diantaranya adalah gunung meletus dan gempa bumi.

Sering terjadi Gunung meletus setelah gempa bumi. Hal ini tidak lepas dari banyaknya gunung berapi aktif yang ada di Indonesia hingga saat ini. Bencana alam yang satu ini ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik atau perut bumi yang aktif. Indonesia sendiri mempunyai beberapa gunung berapi aktif yang sering mengeluarkan awan panas, hingga terjadi letusan berapi.

Inilah 5 bencana Alam Gunung Meletus Terbesar Di Indonesia Yang Merenggut Ribuan Penduduk Bumi, berikut daftarnya.

1. Letusan Gunung Merapi (1930 dan 2010)
Dikutip dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, tercatat sejak tahun 1600-an, Gunung Merapi telah meletus lebih dari 80 kali, dengan interval letusan 4 tahun sekali.

Erupsi terbesarnya terjadi pada tahun 1930. Awan panas menuruni lereng 20 kilometer ke arah barat, memporak-porandakan 23 desa dan menewaskan 1.369 penduduk.

Erupsi lainnya kembali terjadi 80 tahun kemudian, tepatnya pada 5 November 2010. Debu vulkaniknya tidak hanya menutupi wilayah Yogyakarta, tapi juga sampai ke sejumlah wilayah di Jawa Barat.

BNPB menyatakan bahwa jumlah korban tewas Merapi mencapai 275 orang, termasuk sang juru kunci, Mbah Maridjan alias Ki Surakso Hargo yang ditemukan tewas akibat terjangan awan panas di rumahnya. Peristiwa meletusnya gunung merapi sontak menjadi sorotan media internasional, di antaranya Inggris, Jerman, Prancis, dan Singapura.

2. Letusan Gunung Toba 74.000 Tahun Lalu
Seperti yang diketahui, Danau Toba adalah ikon dari Sumatera Utara dan didapuk menjadi danau terbesar di Indonesia dengan luas 1.130 kilometer persegi.

Namun, dikutip dari situs Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Danau Toba dulunya merupakan supervulcano dan gunung api yang sudah tidak aktif (Tipe B).

Dipercaya sekitar 74.000 lalu, letusan Gunung Api Toba mampu meluluhlantahkan sebagian besar umat manusia. Letusannya menjadi yang paling dahsyat yang pernah ada di muka bumi. Hanya 5.000-10.000 orang saja yang mampu bertahan.

Bahkan perubahan iklim global sempat terjadi. Gunung tersebut memuntahkan 2.800 kilometer kubik abu dan menutup atmosfer bumi hingga 6 tahun lamanya, menurunkan suhu udara.

3. Letusan Gunung Krakatau (1883)
Gunung Krakatau berada di tengah antara Pulau Jawa dan Sumatera. Berkat letusan gunung Krakatau Purba pada 1883, kedua wilayah yang tadinya menyatu tersebut kini terpisah. Letusan Gunung Krakatu 1883 dipercaya sebagai letusan eksplosif terbesar yang pernah ada sepanjang catatan sejarah Indonesia.

Tepat pada 26 dan 27 Agustus 1883, Krakatau memuntahkan jutaan ton batu, debu, magma, hingga material vulkanik. Bahkan letusannya mampu menciptakan gelombang tsunami yang meluluhlantahkan pesisir Lampung dan Banten.

Ledakannya terdengar sampai ke Perth, Australia. Ribuan orang meninggal akibat gelombang panas, tsunami yang menghancurkan pulau-pulau di sekitar Krakatau, hingga dampak secara global seperti peningkatan suhu bumi yang mengacaukan cuaca selama bertahun-tahun. Langit di seluruh dunia menjadi gelap dan terjadi fenomena matahari terbenam yang luar biasa.

4. Letusan Gunung Tambora (1815)
Ledakan Gunung Tambora terjadi April 1815 dan mengukir sebagai salah satu ledakan gunung terbesar yang berdampak secara global. Puncak letusan eksplosif itu terjadi pada 10 April 1815.

Letusan Tambora berhasil membuat bumi mengalami tahun tanpa musim panas pada 1816, karena suhu global berkurang antara 0,4–0,7 °C.

Volcanic Explosivity Index (VEI) mencetus bahwa ledakan Gunung Tambora mencapai level 7, yakni 10 kali lebih besar dari Krakatau. Isi perut gunung berupa material vulkanik, abu, dan batuan cair dimuntahkan, bahkan suara ledaknnya terdengar sampai Sumatera. Dipercaya bahkan suara ledakannya setara dengan 800 megaton TNT.

Bahkan Sir Stamford Raffles sampai menurunkan pasukannya untuk menyelidiki asal suara tersebut. Akibat peristiwa ini, sebanyak 80.000 orang tewas.

5. Letusan Gunung Kelud (2014)
Gunung Kelud di Jawa Timur meletus setelah sebelumnya naik status menjadi waspada. Letusan tersebut dianggap menjadi yang terbesar setelah peristiwa pada tahun 1990.

Pukul 22.50 WIB, Gunung Kelud memuntahkan letusan berupa aliran magma, menyebabkan hujan kerikil di beberapa wilayah Jawa Timur, bahkan gerungannya terdengar sampai Purbalingga. Hujan abu juga membuat menutup sebagian besar Pulau Jawa dan menghentikan segala aktivitas masyarakat.

Korban tewas akibat letusan tersebut mencapai 4 orang, berdasarkan laporan BNPB.

Namun, sejak abad ke-15, Gunung Kelud setidaknya telah memakan lebih dari 15.000 jiwa. Termasuk letusan di tahun 1919 yang merenggut nyawa 5.160 jiwa. Dampak dari meletusnya Gunung Kelud pada 2014 lalu itu menyita perhatian dunia. Sejumlah media massa internasional yang menyampaikan berita tersebut terdiri dari Associated Press America, Reuters (Inggris), ABC News (Australia), dan Xinhua (China).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update