KISAH KESUCIAN CINTA SRI RAMA DAN DEWI SINTA

QBeritakan.com
Sabtu, 23 September 2023 | September 23, 2023 WIB Last Updated 2023-09-23T06:03:59Z



QBeritakan.com - Rama dan Sinta terkenal sebagai pasangan sejati. Cinta mereka tulus suci hingga di bawa mati. Inilah kisah cinta mereka versi India.

Raden Rama adalah putra Prabu Dasarata dari Kerajaan Ayodya. Sedangkan Dewi Sinta putri angkat Prabu Janaka dari Kerajaan Mantili.

Meski pasangan ini berwujud manusia,namun sebenarnya mereka titisan pasangan dewa dan bidadari. Yaitu titisan Bathara Wisnu dan Dewi Widowati.

Berdasar wayang purwa di kisahkan,bahwa di Kerajaan Ayodya di adakan pertemuan agung. Raja Prabu Dasarata mengundang secara khusus putra sulungnya,Raden Rama. Sang Prabu memerintahkan putranya untuk segera menikah,dengan jalan,mengikuti sayembara memperebutkan putri di Kerajaan Mantili.

Raden Rama dipandang sudah waktunya untuk menikah. Terlebih lagi,akan segera dinobatkan menjadi raja Ayodya untuk menggantikan ayahandanya. “ Wahai,putraku Rama. Ikutilah sayembara memperebutkan Dewi Sinta, putri Prabu Janaka di Mantili. Barang siapa yang bisa membentangkan gandewa ( busur ) pusaka Kerajaan Mantili berhak mendapatkan putri itu ”.

“Sebab,menurut wangsit ( pesan gaib ) yang saya terima dari para dewa,barang siapa bisa mempersunting Dewi Sinta,hidupnya akan mulia ” kata Prabu Dasarata.

Berangkatlah Raden Rama ke Mantili. Ia diikuti oleh salah seorang adiknya,Raden Laksmana. Sebenarnya mereka empat bersaudara. 
Yakni,Raden Rama,Raden Laksamana,Raden Satrugna dan Raden Bharata.

Meski Raden Rama datang terakhir di Mantili,namun tetap diberi kesempatan. Apalagi,telah puluhan ksatria dan raja yang mengikuti sayembara namun gagal membentangkan busur pusaka itu.

Alkisah Raden Rama memasuki gelanggang sayembara. Dia mulai memanjatkan mantra kepada Yang Mahakuasa. Kemudian dengan mengerahkan seluruh kesaktian,diangkatnya busur berukuran raksasa itu.

Perlahan-lahan dibentangkannya,dan berhasil. Bukan hanya berhasil. Busur itu bahkan patah menjadi dua bagian. Maka,Raden Rama pun berhak mendapatkan Dewi Sinta.

Singkat cerita,dilangsungkan perkawinan Raden Rama dan Dewi Sinta. Keduanya pun mengikatkan diri pada tali perkawinan yang sakral dan suci. Raden Rama berjanji akan selalu melindungi dan mencintai istrinya. 

Demikian pula dengan Dewi Sinta,ia berjanji akan selalu mematuhi perintah suaminya sekaligus mencintainya. Selanjutnya Raden Rama memboyong Dewi Sinta ke Ayodya.

Sampai di Ayodya disambut suka cita oleh Prabu Dasarata. Bahkan,saking senangnya Prabu Dasarata mengadakan upacara ngunduh mantu. Tidak tanggung-tanggung,diadakan pesta besar-besaran sekaligus menobatkan pasangan Rama-Sinta sebagai raja-permaisuri Kerajaan Ayodya yang baru.

Menjelang penobatan Raden Rama sebagai raja Ayodya,tiba-tiba terjadi insiden. Dewi Kekayi,salah seorang istri Prabu Dasarata memprotes penobatan itu.

“Wahai,Sang Prabu Dasarata,mengapa Rama yang akan dinobatkan menjadi raja. Paduka lupa akan janji paduka kepada hamba. Dulu ketika akan menikahi hamba,paduka berjanji anak yang hamba lahirkan akan dijadikan raja. Itu dulu yang menjadi syaratnya. Mestinya yang berhak menggantikan paduka sebagai raja adalah Bharata ” ujar Dewi Kekayi.

Mendengar penuturan Dewi Kekayi,Prabu Dasarata bak disambar petir di siang bolong. Terkejut bukan kepalang. “ Oh, Dinda Dewi Kekayi maafkan Kakanda yang khilaf akan janji sendiri. Rama,ayahanda juga mohon maaf padamu. Sekarang,relakan adikmu Bharata,yang menjadi raja. 
Oh,dewa…. betapa besar dosaku…..!”.

Tiba-tiba Prabu Dasarata terhuyung-huyung dan jatuh tak berdaya. Penyakit jantungnya kambuh. Dan,akhirnya tak tertolong lagi. Sang Prabu meninggal karena tak kuat menanggung rasa dosa dan malu yang berlebihan.

Setelah jasad Prabu Dasarata dikebumikan,segeralah Raden Bharata dinobatkan menjadi raja. Meski sebenarnya yang bersangkutan tidak menghendakinya.

Bahkan,Bharata menginginkan Rama yang tetap menjadi raja. Namun,karena desakan Dewi Kekayi,Bharata-pun terpaksa menuruti keinginan ibunya itu.

Di luar dugaan,Dewi Kekayi masih bertingkah. Ia merasa,keberadaan Rama dan Sinta di Ayodya akan mengganggu pemerintahan Bharata. Dewi Kekayi-pun mengusir Rama dan Sinta selama 14 tahun tak boleh kembali ke Ayodya. Pasangan pengantin baru itu harus menjalani hidup sebagai orang buangan di Hutan Dandaka.

Sebagai ksatria yang berbudi luhur,Rama pun mengajak Sinta meninggalkan istana Ayodya. Mereka diikuti oleh Laksmana, adiknya yang paling setia. Akhirnya,mereka menanggalkan pakaian ksatria. Menggantikannya dengan pakaian biasa. Mereka menyamar sebagai rakyat jelata.

Meski harus menjalani hidup penuh derita,Sinta tetap mendampingi suaminya dengan setia. Ia memahami,kebahagiaannya adalah bagaimana suaminya bahagia. Begitu pula dengan Rama,ia selalu berupaya membuat istrinya bahagia meski menjadi orang buangan di tengah hutan. Tampaknya,rasa cinta kasih mereka tak bisa diukur dengan harta ( materi ) dan tahta ( jabatan ).

Suatu ketika,datanglah cobaan yang menguji cinta suci mereka. Tiba-tiba,datang Prabu Dasamuka ( Rahwana ),Raja Alengka yang menculik Dewi Sinta.

Selama dua belas tahun Sinta disekap oleh Dasamuka. Setiap hari dirayu dan digoda akan diperistri. Namun,Sinta tetap menolak. Meski diiming-imingi harta dan kemewahan,namun Sinta tak bergeming.

Rama-pun menunjukkan kesetiannya dengan mengirimkan cincinnya melalui Anoman untuk menemui Sinta di Alengka. Ternyata,Sinta tetap setia pada suami tercinta,termasuk menjaga kesuciannya.

Ketika di boyong kembali ke Ayodya oleh Rama setelah melalui pertempuran besar-besaran,kesuciannya di pertanyakan oleh sang suami. Untuk membuktikannya,Sinta harus dibakar hidup-hidup. Ternyata,ia tetap selamat. Tetap suci sebagaimana Rama yang juga menjaga kesuciannya meski telah lama berpisah dengan sang istri.

#Rahayu.. 

Adhie Khumaidi

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • KISAH KESUCIAN CINTA SRI RAMA DAN DEWI SINTA

Trending Now