Misteri "GUNUNG LAWU PANCER TANAH JAWA" Hingga Di teliti Sampai manca Negara

QBeritakan.com
Kamis, 17 Agustus 2023 | Agustus 17, 2023 WIB Last Updated 2023-08-17T02:39:06Z

QBeritakan.com - Gunung Lawu yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur ternyata menyimpan banyak sejarah. Siapa yang tahu, jika gunung yang lama tidak aktif ini masuk ke dalam jenis pegunungan purba.
Menurut salah satu pemerhati Gunung Lawu,Polet atau akrab disapa Pak Po,di gunung tersebut terdapat banyak bebatuan karang yang sama persis dengan bebatuan yang ada di dasar laut.

Batu karang di atas puncak Lawu tersebut,menandakan bila beribu-ribu tahun saat daratan bumi masih menyatu, Gunung Lawu dahulu berada di dasar laut. Hal itu diperkuat dengan banyaknya jenis tanaman langka yang ada di sana.

" Menurut cerita sejarah,Gunung Lawu adalah gunung tertua. Itu dituangkan dalam sejarah cerita Babad Lawu dan Banjaran Lawu ".



DITELITI SAMPAI MANCANEGARA


Dipercaya sebagai pegunungan purba,Gunung Lawu memikat para peneliti lokal dan mancanegara.Mereka sangat penasaran dengan berbagai misteri yang mengelingi gunung ini.Seperti misteri adanya dua candi purba. Material batu,bentuk candi dan reliefnya masih menjadi spekulasi bagi para ilmuwan. Candi Cetho dan Candi Sukuh itu dikabarkan tidak dibangun pada era pemerintahan Raja Brawijaya.

Misteri Gunung Lawu itupun terkuat,jauh sebelum adanya kerajaan Majapahit,kedua candi tersebut sudah berdiri.

Saat ditemukan oleh Prabu Brawijaya,baru ditambahkan pahatan lain pada candi-candi tersebut. Relief candinya sangat sederhana. Sangat berbeda pada candi pada era Majapahit,yang sangat rapi dan detail.
Utusan peneliti Suku Maya dari Amerika Latin yang datang pada 1982 silam,mengatakan kalau usia candi tersebut merupakan yang tertua dari seluruh candi yang ada di dunia. Bentuk candi di Lawu ini memang mirip dengan candi di peradaban Inca.Sampel batu dan lumut menjadi objek penelitian.
Kesimpulannya,usia Candi Sukuh jauh lebih tua daripada candi kepunyaan Suku Maya.

CAHAYA TERANG YANG DI DETEKSI NASA


Pernah terdeteksi oleh satelit milik NASA,yang melihat cahaya terang.Setelah di teliti di berbagai tempat mereka merujuk pada satu tempat yakni di sekitar wilayah Gunung Lawu.Itu pun yang terlihat di dalam Google Map hanya titik bangunan candi saja. Sementara gunungnya seperti tertutup .

Hal tersebut juga dibuktikan dengan adanya penemuan batu marmer dan giok di sebelah utara Gunung Lawu.Giok sendiri di gunakan sebagai pelapis untuk pesawat ruang angkasa.Setelit Amerika memang super canggih.Dia juga punya sket Gunung Lawu.

Tapi,di GPS Gunung Lawu selalu tertutup dan jarang terlihat. Seperti ada tabir yang menutupi atau menghalanginya.

Setelah tidak terlihat dari satelit lokasi pasti asal cahaya tersebut,para peneliti semakin penasaran.Mereka pun datang langsung ke Gunung Lawu untuk mengunjungi Candi Sukuh.

Di antara mereka berasal dari Australia,bahkan peneliti NASA juga datang langsung.Mereka mengaku heran dengan kemunculan cahaya tersebut dan tidak terdeteksinya Gunung Lawu di GPS.

Setelah itu mereka pulang. Selang beberapa waktu kemudian,mereka datang lagi membawa peralatan lebih canggih.Hasilnya tetap sama,posisi Gunung Lawu juga tidak ketemu.Justru yang terlihat dan terdeteksi hanya keberadaan candi-candi di sekitarnya.

PORTAL DAN TEMPAT MOKSA RAJA-RAJA MAJAPAHIT


Masyarakat sekitar,meyakini apa yang dilihat para peneliti NASA adalah gerbang portal misterius yang berasal dari titik ujung Candi Sukuh.

Menurut dia,cahaya itu memang kerap muncul pada malam hari. Masyarakat dulu sering melihat cahaya tersebut namun tidak berani mendekat,takut hilang. Karena mendengar cerita zaman dulu ada satu desa di Lawu yang hilang dan sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya. Hanya ditemukan sisa peralatan rumah tangga bertebaran di mana-mana mana.

Bukan rahasia lagi bila Gunung Lawu menjadi pusat spiritual budaya di tanah Jawa.Apalagi,konon puncak Lawu di percaya sebagai tempat mukso atau menghilangnya dua raja besar di tanah Jawa, yaitu Prabu Airlangga,( Raja Kediri Lama ) dan Prabu Brawijaya V ( Raja Majapahit terakhir ).

Bagi orang yang pertama kali mendaki puncak Lawu pasti bingung,di mana puncak Lawu yang sesungguhnya. Puncak Lawu juga penuh mistik,karena letak puncak Lawu justru berada di tengah dan seolah di tutupi.Bahkan jika kita membuka Google Map di Lawu sebelah barat tertutup cahaya warna kebiruan.


Ada sebuah gua yang di sebut Sumur Jolotundo menjelang puncak.

Terdapat sebuah bangunan di sekitar Puncak Argodumilah yang di sebut Hargo Dalem untuk berjiarah.

Di sinilah tempatnya eyang Sunan Lawu. Tempat bertahtah raja terakhir Majapahit memerintahkan makhluk halus.

Hargo Dalem adalah Makam Kuno tempat Muksa sang Prabu Brawijaya. Pejiarah wajib melakukan Pesiwanan ( upacara ritual ) sebanyak tujuh kali untuk melihat penampakan eyang sunan lawu. Namun tidak jarang sebelum melakukan tujuh kali pendakian,pejiarah sudah dapat berjumpa dengan eyang sunan lawu.

Pawon Sewu terletak di dekat pos 5 Jalur Cemoro Sewu. Tempat ini berbentuk tatanan/susunan batu yang merupai candi. Dulunya digunakan bertapa para abdi Raja Prabu Brawijaya V.

Air Terjun Gerojogan Sewu,di areal taman gerojogan di sini terdapat banyak kera.

Cerita Wayang Prabu Baladewa pada saat menjelang perang Baratayudha,di suruh Kresna untuk bertapa di gerojogan sewu.Hal ini untuk menghindari Baladewa ikut bertempur di medan perang,sebab kesaktiannya tanpa ada musuh yang sanggup menandinginya.

AIR TERJUN PRINGGODANI


Ada juga air terjun Pringgodani,tempat bertapa Prabu Anom Gatotkaca anaknya Bima. Untuk menuju kesana melawati jalanan yang sempit dan terjal.

Di sini terdapat bertapaan yang juga ada sebuah kuburan yang konon merupakan kuburan Gatotkaca.

Kuburan ini di keramatkan dan banyak pejiarah yang datang. Di atasnya terdapat hutan Pringgosepi.

Harga Dalem di yakini Masyarakat setempat sebagai tempat Muksa Prabu Brawijaya, Raja Majapahit yang terakhir.

Harga Dumilah diyakini sebagai tempat pemoksaan Ki Sabdopalon.

TEMPAT TELEPORTASI PARA DEWA DARI HIMALAYA


Di berbagai manuskrip kuna di kisahkan,gunung purba di jaman kadewatan yang di kenal dengan nama Wukir Mahendra tersebut,konon menjadi tempat teleportasi para dewa dari Gunung Himalaya ke tanah Jawa.
Oleh karena itu masyarakat Jawa meyakini,Gunung Lawu menjadi tempat berdirinya kerajaan yang pertama kali di tanah jawa,yang kala itu di kenal dengan nama kerajaan Medangkamulan.

DEWA WISNU DAN DEWI SRI


Silih berganti raja raja di jaman kadewatan pernah bertahta di Gunung Lawu,hampir seluruhnya di yakini sebagai titisan Dewa Wisnu.Maka dari itu tidaklah mengherankan jika di dalam keyakinan adat masyarakat Jawa,sosok Dewa Wisnu dan Dewi Sri dianggap sebagai leluhur utama bagi masyarakat Jawa.
 
Kedua sosok ini di simbolkan sebagai sebuah lambang keluhuran dan kemakmuran yang menyatu tak bisa di pisahkan.

Sosok Wisnu dan Sri hingga kini tetap terus abadi sepanjang masa di dalam keyakinan adat tradisi masyarakat Jawa.

Kedua tokoh ini seringkali di simbolkan dalam bentuk sepasang kekasih ( loro blonyo ),kisah kesetiaan Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji,serta simbol- simbol lainya.

Banyaknya peninggalan peradaban kuna di Gunung Lawu sejak dari zaman kadewatan,Mataram Hindu,kejayaan Singosari,kejayaan Kediri dan Majapahit,yang semakin memperteguh keyakinan bahwa Gunung Lawu adalah " punjering tanah Jawi " atau pancer tanah jawa.


Rahayu
Adhie Khumaidi

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Misteri "GUNUNG LAWU PANCER TANAH JAWA" Hingga Di teliti Sampai manca Negara

Trending Now