Putri Dari Negeri Dewa - Dewa Part II

Kakiku tersa nyeri sekali setelah jatuh dari sepeda ketika jalan-jalan sore tadi, baca di Putri Dari Negeri Dewa - Dewa  Tapi rasa nyeri itu seakan hilang jika ku terkenang dengan senyum manis intan, rasanya terbayar walau dengan kondisi lutut luka, yang penting aku jadi tau nama dan rumahnya. aku jadi senyum-senyum sendiri membayangkan andaisaja aku dapat menjadi lelaki pujaan intan.

" Intan ?! MAukah kamu menjadi Pacarku ?!" tanyakau penuh harap bahwa intan mau jadi pacarku, " Maaf Bang, KIta kan baru saja kenal, masak langsung aja abang ngajak intan jadi pacar Abang,! Apa tidak lebih baik kita berteman aja bang!" JAwaban intan yang sebenarnya sudah aku prediksikan. " Intan sekalipun baru beberapa hari abang kenal intan, abang udah jatuh cinta sama intan, dan abang gak mau kedahuluan orang, karna abang saynag banget sama kamu intan" Jelasku pada intan dengan penuh harap. "
Poto Dinda Safitri
Kalau Memang seperti itu bang, Intan Mau jadi pacar abang" jawab intan dengan senyum yang sangat manis banget.

" Alhamdulilah...... Trimakasih Intan, anbang akan selalu menjaga dan menyayangi intan dengan sepenuh jiwa dan raga, tak kan abang biarkan nyamukpun menyakiti intan" rasanya bagaikan ketiban bulan purnama cintaku diterima oleh intan cewek yang menjadi idamanku. " Subhanallah" ah tiba-tiba kilat menyambar-nyambar yang menandakan hujan akan turun. 

Hujan turun dengan begitu derasnya yang membuat aku dan Intah Basah kuyup, Tiba-tiba ditengah hujan Intan memeluk aku dengan erat, seakan dia sangat ketakutan, " Tenang intan, ada abang yang akan selalu menjaga Intan " Intah semakin erat memeluk aku, Kilat menyambar dan guntur menggelegar membuat intan berteriak histeris... " Allah Huakbar...!" teriak Intah dengan keras yang membuat aku jiga semakin kawatir dengan keadaan seperti ini. Aku panik dan berusaha menenangkan Intan, " Intan, Tenang Intan, Tenang Jangan Takut ada abang disini" Bujuku menenangkan intan yang semakin ketakutan.

" Hoi........ Intan, Intan apaan, Bangun Matahari udah tinggi " Oh Tuhan ternyata aku baru saja bermimpi, si Ciblek adikku udah berdiri dengan gayung ditangannya, ternyata hujan beneran tadi, hem.. gw disiram dengan air satu gayung, " Ah Resek Lo lagi enak enak pacaran sama intan malah lu siram" protes ku pada Ciblek, " Tuh Lihat matahari udah di ubun-ubun, dasar pemalas lu !", Ahirnya aku beranjak dari tempat duduk dengan muka basah kuyup langsung menuju kamar mandi dengan kaki pincang-pincang.

Pagi ini aku gak bisa lihat senyum manis Intan, abisnya bangunya kesiangan dan harus pakai air satu gayung oleh ulah jail adek ku yang galak. hem... gak papa masih ada beberapa hari lagi untuk bisa melihat senyum Intan dihari-hari berikutnya, libursn ksli lumayan lama lebih 20 hari dan semoga saja disisa waktu itu saya berhasil melancarkan misi untuk dapat menembak Intan menjadi pacarku.

Liburan kali ini memang berbeda dengan liburan yang lalu-lalu, liburan kali ini aku malah merasa galau, aku benar-benar tertarik dengan Intan, gadis desa yang sederhana, anggun, layaknya bintang senetron Reva anak jalanan. he he he ... ach.... dia benar benar membuat aku benar-benar ingin memilikinya.

" Asalamuaalikum !"
" Waalaikum Salam !" jawabku dari dalam kamar. " Ciblek..... ada tamu... !" teriakku kepada adikku yang yang sedang membantu ibu didapur. " Iya.. Bentar, !" teriak Ciblek dari belakang. " Eh Intan, ada apa Tan ?"  Eh Intan.!?...wait aku terkejut mendengar Nama yang sangat aku harapkan. Wah kalu tau iitu suara intan pasti aku sendiri yang akan membukakan pintu.

Aku segera beranjak dari tempat tidur, langsung menuju dapur diamana intan sudah berada disana dengan adikku, " Hai Intan." sapaku dengan kepada intan yang sedang duduk di lantai dapur dengan beralaskan sendalnya. " Bang, Gimana kakinya, Udah sembuh ?. jawab intan sambil melirik kearah lututku yang masih terlihat merah karena baru saja ku cuci dan ku beri obat merah lagi, " Lumayan INtan, udah agak mendingan, eh tumben intan main kesini ada apa ?" tanyaku sambil pasang senyum sang arjuna mencari cinta, " He... intan mah memang biasanya main kesini OKem,!" sahut ciblek adikku, " Oh ya, mantep dong" Gumamku, "Mantep apa bang ?". sahut Intan seketika itu ternyata kekerasan gumaman ku hi hi hi... " He he gak papa intan" hi hi mantep dong tiap saat gw bisa lihat elu dirumah gw, bisikku dalam hati.. ha ha ha...

AKu kembali masuk kedalam kamar dan cari posisi PW cari-cariCelah buat intip gadis pujaan hatiku. Memang tak sia-sia, dapat lubang kecil yah lumayan deh sekalipun cuma bisa lihat dia dari samping aja. he he he.. mikir juga sih takut timbilan, hua ha ha... kan bukan orang mandi yang aku intip, he he lagian gw gak punya kebiasaan ngintip orang mandi kok, gak seperti sahabatku dikampus yang Namanya Abhenk Gokil-Ext, yang hobi banget ngintipin para gadis - gadis sedang mandi, hem, anak anak kos sebelah yang selalu jadi korban kejahilanya, suatu hari dia sampai dilempar botol shampo kosong gara-gara ketahian ngintip tetangga kos sebalh mandi xi xi xi.... Maaf Abhenk keceplosan hua ha ha ha....

Singkat cerita gw sering initipin si Intan didapur rumahku setiap saat dia main dan ngobrol-ngobrl sama si Ciblek adikku, Seminggu sudah semua ini berlalu, tiap malam aku semakin galau, memikirkan intan sang gadis pujaan hatiku, aku mualai putar otak bagaimana caranya untuk mengungkapkan rasa hatiku ini kepadanya. aku delima, dia baik banget sama adik dan ibukku, iya kalau dia bisa menerima cintaku, kalau tdak kan berabe, wuih pasti dia gak mau main lagi kerumah ini, belum lagi pasti kenak jitak atau ditimpukin batu sama adiku yang cerewet dan super galak. hem gimana nih, gw jadi bingung, lagian gak ada tempat curhat, adasih tapi siabhenk Gokil, nah pasti gw di poyokin sama si uamng-umang bercangkang rapuh yang sok puitis itu, belum lagi kalau dia sampai penasaran dan pingin tau si Intan yang kayak putri raja ini.. ha ha pasti dia juga akan naksir berat juga sama si Intan, dia pasti akan berusaha dengan cara apapun buat ngedapetinnya, aku kan paham banget dengan temanku yang satu ini. Nah lalu sama siapa dong aku harus curhat. hem sama Tuhan aja deh, minta sama Tuhan supaya si Intan bisa menerima cintaku.


Keesokan harinya aku sudah mendapatkan petunjuk untuk segera mengungkapkan cintaku pada intan, aku akan terima konsekwensinya, apapun itu, jika diterima memang itu harapanku, jika mentok alias ditolak, hari ini juga aku akan balik kepadang, supaya terhindar dari masalah kedua, Iya ya... ide bagus nih, hayo semangat Okem, semangat sambil menepuk dada.


Jam sudah menunjukan 13:30 biasanya jam-jam segini si Intan sudah main kesini, tapi kali ini belum kelihatan batang hidungnya yang mancung dengan bibir merekah dengan rambut terurai sebahu. hem.. pokoknya gadis desa yang satu ini benar-benar cuantik deh. hem.... belum sampai juga padahal kalau dia kesini kesempatan deh buat aku ngungkapin perasaan ku pada intan, mumpung adekku sama ibu sedang pergi keluar untuk menjahitkan baju ke tempat sahabatnya ibu, yang pastinya akan banyak waktu buat aku nembak intan.


" Asalamualaikum" pucuk dicinta ulatpun tiba, hem yang gw tunggu sampai ngantuk ternyata datang juga, "Waalaikum salam" buru-buru aku buka pintu dan segera menyuruh intan untuk masuk kedalam rumah, " kok sepi bang, pada kemana nih ?" tanya intan kepada ku, " Si Ciblek masih antar ibu menjaitkan baju dek, bentar lagu juga nyampai, tadi juga pesan kalau Intan kesini suruh tunggu aja orang cuma sebentar kok' terangku pada intan, he he sedikit berbohong supaya intan gak langsung pulang begitu tau gak ada orang dirumah, "Oooo. gutu ya bang, udah lama perginya bang ?" tanya intan yang masih berdiri didepan pintu, " Udah kok bentar lagi Pulang" jawabku meyakinkan Intan. " yaudah bang kalau begitu, saya pulang dulu ya nanti aja kesini lagi " sambil membalikan badan melangkah keluar. waduh gawat nih bisa Gatot nih acara yang udah aku persiapkan dari tadi, " Hai Intan Tunggu" sepontan intan menloh kearahku , " Iya bang ada apa?" tanya intan yang menghentikan langkahnya untuk meninggalkan rumah saya. " duduklah dulu intan ada yang mau akubicarain sama intan" terangku dan intan langsung duduk dibangku teras depan rumahku, " ada apa ya bang, kayaknya serius banget nih" tanya intan dengan nada penasaran.


" Intan kalau boleh nanya, Intan udah punya cowok belum ?" tanyaku sambil menatap wajhnya yang sangat menyejukkan hatiku saat itu, " memangnya kenapa Bang Kok tiba-tiba nanya INtah udah unya cowok atau belum'' jawab intan dengan senyum yang aku gak tau apa artinya. " Ya ingin tau Intan, siapa tau Intan belum Punya cowok kan abang kan bisa anu.. hem. " tiba-tiba leherku terasa dicekit susah buat bernafas dadagu sesak, jantungku berdetak kencang tiba-tiba, apakah ini yang dikatakan cinta beneran ya, he he he ... pacar-pacarku sebelumnya gak grogi seperti ini, gak kayak aku mau nembak intan saat ini." Anu apanih bang maksudnya" tanya intan dengan nada bingung. "  begini Intan, abang suka banget sama Intan, abang ingin menjadi pacar intan jika intan berkenan menerima abang sebagai pacar inta " jelasku dengan muka tertunduk, hadeh... kali ini aku benar-benar grogi dengan cewek yang satu ini,. " O... gitu to bang, hem bagaimana ya bang, kita kan baru aja kenal itupun baru beberapa hari, abang kan belum tau intan lebih jauh, begitu juga intan belum mengenal abang banget " jelas intan dengan nada sedikit pelan, " Iya sih Intan, tapi abang gak bisa nyimpan rasa ini lebih lama lagi, abang benar-benar tersiksa jika belum bisa mengungkapkan rsa ini pada Intan'' jelasku, " Maaf ya bang Intan belum bisa nerima abang, terlalu cepat jika harus intan memutuskan segala sesuatunya untuk hal yang baru intan kenal". jelas intan dengna menundukan kepalanya, " jadi Intan Gak bisa terima Abang ya, Yaudah gak papa Intan yang penting abang udah bisa ngunkapin perasaan abang ke intandan sekarang sudah sedikit lega, walau intan gak bisa terima abang. Oh ya intan, abang mau pamit ya, nanti sore abang akan Pulang lagi kepadang, satu lagi jangan berubah ya dengan ibu dak adekku, biasa aja sepertibiasanya" jelasku pada intan " Iya bang, jadiabang mau pulang kepadang nanti sore, yaudah hati-hati dijalan ya bang, yaudah Intan permisi Pulang dulu ya bang " tanpa menunggu jawabanku intan langsung beranjak meninggalkan aku sendiri dengan rasa terenyuh dalam hati, gak perlu gw ceritain deh gimana rasanya, yang pastinya elu juga pernah pasti ditolak cewek idamanmu,....


Aku bersiap-siap membereskan pakaianku, sore ini juga aku harus pulang kepadang, yah jika ditanya sama bapak dan ibu bilang aja ada kegiatan exkul di kampus, beres... sambil mengemasi pakain dengan perasaan gak menetu tak terasa ada titik bulir air mataku yang turun tiba-tiba, gak tau kenapa kok bisa seperti itu, padahal Intan adalah gadis yang baru aku kenal bebrapa waktu lalu, yang belum genap itungannya 10 hari. tapi rasa cinta dan sayang ini tumbuh begitu cepatnya dalam jambangan jiwa, sehingga meninggalkan rasa sakit banget ketika rasa yang tumbuh besar itu harus dicabut. Oh tuhan Belum pernah aku merasakan hal seperti ini, disepanjang perjalanan cintaku, gak sekali sih aku ditolak cewek, tapi tidak seperti ini rasanya. intan benar-benar mempunyai arti yang berbeda dalam hatiku, inikah yang dikatan cinta sebenarnya, tapi kalau ini adalah cinta yang sesungguhnya kok intan nolak aku ya. ah... entah lah.. bingung,. stres..........


Bersambung Putri Dari Negeri Dewa - Dewa Part III



Terimakasih atas kunjungan Anda di Q-BERITAKAN. "Bagi yang Berminat menulis di Q-BERITAKAN?. Punya Pengalaman Unik dan Menarik, atau ingin Berbagi Cerita, Berita, Informasi, Senibudaya dan informasi lainya. Silahkan Kirim tulisan anda ke e-mail: prasetyo.budi3@gmail.com atau Melalui Contact Us di bagian atas.
Share on Google Plus

About Prasetyo Budi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment