Surat buat Seela yang selalu aku cinta ( Part IV )

Pada mulanya kita adalah tiada, bodoh, dan hanya mampu menangis melihat dunia. Lalu perlahan kita mulai memiki peran, memiliki kemampuan, Mencintai dan dicintai Hingga pada akhirnya kita pasti akan tiba pada situasi kembali tidak mampu, tidak mampu utk bisa membuat jantung ini tetap berdetak hingga seketika berhenti berjalan didunia yg maha luas ini. Pada akhirnya segala sesuatu yg kita miliki akan berakhir dan berhenti begitu saja. Kecuali rasa dan keinginan baik, itu akan selalu hidup dan selalu berkembang setidaknya menjadi cerita buat yg ditinggalkan. Cerita yg mungkin akan indah didengar dan berguna atau sebaliknya, penuh rasa sakit yg mendalam. Namun walaupun penuh rasa sakit setidaknya bisa dijadikan sebagai pedoman dan pengalaman yang sungguh sangat berharga.

Setelah kejadian itu ahirnya aku pulang kepadang dengan membawa duka terdalam, untuk kesekian kalinya aku kembali gagal untuk membawa kembali cintaku, Tak lama lagi Tania gadis impianku akan segera melangsungkan pernikahan dengan pria pilihan orang tuanya, harapanku semakin tipis dengan kejadian tadi. sepertinya aku sudah lelah untuk semua ini, wanita yang kuperjuangkan sudah lagi mau aku perjuangkan, seakan aku bertepuk sebelah tangan, berjuang sendiri sedangkan dia tak lagi mau untuk kuperjuangkan, dia lebih memilih untuk kehilangan cintanya.

Sesampai dipadang jam sudah menunjukan jam 00 wib. mata ini tak mau dipejamkan sekalipun bdan ini terasa sangat capek sekali, pikiranku masih tertuju ke tania, dan kisah cinta kami yang mirip dengan lagu asal malaysia yang berjudul SELLA, Yang cintanya tak direstui oleh orang tuanya karena perbedaan kasta. hem... memang mirip sekali, aku buka buku diaryku dan kutorehkan tinta menyusun kata demi kata yang kurakit menjadi kalimat surat untuk tania,  Surat buat Seela yang selalu aku cinta. ( Part III)

Tania kusebut engkau sella, engkau tau betapa aku mencintaimu, akupun tau betapa engkau juga masih menyayangi aku seperti dulu, Tania, ketika tania membaca surat ini aku sadar memang cinta tak harus memiliki, aku juga tak menyesali pertemuan kita dan pernah mengarungi waktu terindah saat kita bersama, Tania engkau yang aku sayang sebentar lagi dimiliki orang, Yang aku cinta kini engkau telah tiada, Mungkinkah ini semua sudah takdir yang maha kuasa Sakit bukan karena cintaku padamu, Tapi sakit ku dibenci orang tuamu yang membuatku harus pergi meninggalkanmu. ( lirik lagu Cinta Tak direstui ).

Tania memang berat kurasa meninggalkan kasih yang kucinta, namun bagaimana lagi semuanya harus kujalani
Selamat tinggal kudoakan kau selalu bahagia, hanya pesanku jangan lupa kirimkan kabarmu bila suatu hari
dia membuat kecewa di hati batin ini takkan rela mendengarmu hidup menderita ( lirik lagu Pamit )

Tannia Kala senja disuatu masa, Sebelum perlahan gelap malam menutup hari dalam sunyi Seperti daun yang mulai mengering tiba-tiba ditiup badai yang serta merta datang yang melepaskan tangkai dari dahan untuk kemudian terjatuh dan hilang terbang terbawa badai entah kemana
Tania Kala senja disaat ini yang tak lagi tentram dalam kekangan rasa sedih yang mendekap sesak, seperti kerinduan yang tak lagi seharusnya akan suatu masa tentang kita suatu masa yang serta merta, Suatu masa yang pada akhirnya telah menjadi tak sempurna
Tania haruskah kita dendangkan tentang lirih sunyi pada senja ini? Terpaksa melangkah saja menjauh pergi meninggalkan mimpi-mimpi yang tak bisa kita selesaikan.

Tania Diantara harapan, diantara ketidak mengertian yang buram. ketika kepak ini tak lagi mampu menantang birunya langit tanpamu. Seperti camar yang hanya mampu menunggu tanpa mampu memburu jauh ketengah gejolak samudera, aku mati dan terhenti disini disudut sunyi dimana kita mengukir janji dan mimpi-mimpi.

Tania ahirnya aku hanya bisa panjatkan doa semoga engkau bahagia dengan lelaki pilihan orang tuamu, satu lagi tania cinta ini takan pernah mati sampai ahir hayat ini, aku mencintaimu kemarin hari ini esok dan selama-lamanya. 

" Mamas....!" ku terkejut mendengar suara yang sangat akrab ditelingaku, iya aku sangat yakin bahwa itu adalah suara tania, aku menyapukan pandangan kearah datangnya suara tersebut. Oh ternyata iya benar Tania, dia sedang melambaikan tangannya dengan senyum yang sangat manis dari sebrang jalan.

" Tania......!" Teriakku girang melihat wanita yang aku sangat sayangi.

" Mamas Tania sayang Mamas..! " tiba tiba Tania berlari kearahku menyebrangi jalan yang ramai lalu lintas siang itu.

" Tania Jangan......... lari Tania awas !!!." Teriaku kepada tania yang terus berlari kearahku.

" Allah Huakbar... Mamas.....!" 

" Allahuakbar Tania.........!" tiba tiba dari arah samping tania datang mobil dengan kecepatan tinggi dan menabrak tania, dan membuat tania terkapar bersimbah darah di jalan aspal yang panas siang itu. akupun berlari memeluk tania yang bersimbah darah,..

"Mamas Maaf Tania telah membuat mamas sakit, Maaf tania mamas Ilove you" tania memegang tanganku dan aku terus memeluk erat tubuhnya yang bergetar menahan sakit.

" Tania Mamas juga sangat sayang sama tania sayang... " tania mengangguk dan tiba-tiba tangannya dingin dan ahirnya memejamkan mata.

" Tania....... Tidak Tania, jangan tinggalkan mamas tania.. Tania....."

" astagfirullah halazhin.... subhanallah " aku ternyata sedang bermimpi, sukurlah ini semua tak nyata, semoga tak terjadi apa-apa terhadap tania.


# Tamat#










Terimakasih atas kunjungan Anda di Q-BERITAKAN. "Bagi yang Berminat menulis di Q-BERITAKAN?. Punya Pengalaman Unik dan Menarik, atau ingin Berbagi Cerita, Berita, Informasi, Senibudaya dan informasi lainya. Silahkan Kirim tulisan anda ke e-mail: prasetyo.budi3@gmail.com atau Melalui Contact Us di bagian atas.
Share on Google Plus

About Prasetyo Budi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment