Surat buat Seela yang selalu aku cinta ( Part II )

Bagai disambar petir, seteleh membaca sms tersebut, dunia terasa gelap, mata berkunang kunang, tanpa terasa Air mata meleleh bak air hujan yang turun dikala badai, Wanita yang aku cintai dan akau sayangi selama ini, akan segera menikah dengan lelaki lain tanpa ada alasan apapun, saya terduduk di pojok kamar diam seribu tanya, bibir saya bergetar menyebut nama tania, bumi terasa bergoncang hebat dan serasa mau kiamat. Baca di Surat buat Seela yang selalu aku cinta 

Tania, hari aku berdiri disini sendiri di jembatan dimana kita bertemu beberapa tahun yang lalu, dimana pertemuan hari itu mengubah segala jalan hidupku, dimana pertemuan kita yang singkat saat itu membawa harapan baru, cinta baru bahkan semangat baru yang tadinya hilang ditelan garangnya waktu, yang menggerus aku, Tania, Masinh teringat sekali bahkan rasanya baru kemarin aku kamu membisikan kata-kata indah penuh cinta buatku, buat masadepan kita buat kehidupan kita dikemudian hari, saat ini hanya lampu jembatan dimana kita selalu duduk dibawahnya saat kita berencana untuk sebuah kehidupan yang indah dimasa yang akan datang.

Tania, Lampu ini masih setia disini menunggu kita datang kembali membawa cita dan cinta kita yang sekarang ini sedang dilanda badai, tania hari aku bertanya pada alam, pada hati dan pikiranku serta mengulas semua yang telah kita lakukan bersama selama ini, aku berusaha mengulas semua, aku berusaha untuk menggali dan mencoba mengerti apa sebenarnya yang terjadi, sehingga engkau merobohkan bukit cinta kita yang kita bangun bersama, aku bingung, aku kalut tak kutemui sebenarnya apa yang salah dengan diriku,! sehingga harus berakhir seperti ini. 

Hari ini Malam tahun baru Pada jalanan kosong, selepas gempita pesta akhir tahun usai Angin berhembus dingin, dilangit mendung merona hening, Pagi ini merupakan awal dari tahun yang berakhir sungguh sangat melelahkan, Pada jalanan kosong yang hening ini, aku mulai ketakutan pada pertanda yang ada tak jua hal yang aku harapkan sepatah katapun engkau kirim untuk mengucapkan Selamat Tahun baru buat aku.

Kucoba telp Hp Tania, tak jua aktif, aku coba kirim sms pun sampai saat ini tak jua terkirim. aku semakin bingung, hingga kuputuskan untuk hari esok aku akan datang kerumahmu, ingin mendapatkan kepastian ada apa dan kenapa semua jadi begini. 

Tanggal 2 januri 2017, aku putuskan untuk pergi kerumah Tania di payakumbuh, pagi itu hujan deras sekali, seakan alampun tak merestui niatku untuk bertandang dirumah Tania, aku tetap bulatkan tekat untuk pergi, karena hujan tak kunjung reda aku putuskan untuk menelp trafel ke paya kumbuh, setelah beberapa waktu trafel itu datang dan segera meluncur kearah bukit tinggi, disepanjang jalan aku berdoa semoga semua dapat diperbaiki, semua bisa kembali seperti semula, dan kita bisa mneretas jalan cinta kita yang telah kita bina bersama selama ini.

4 jam perjalanan saya sudah sampai di pasar ibuh paya kumbuh, dan kusodorkan alamat ke pada sopir trafel tersebut untuk dapat mengantarkan sampai rumah Tania.

"Aalah sampai bang, Alah sampai mah bang".  sapa sisopir trafel sambil menepuk pundaku dan membuyarkan lamunan ku.

" Iya uda, Trimakasih " jawabku sambil memastikan bahwa saya sudah berada tepat didepan rumah si Tania.

Rumah Tania kelihatan sepi, tapi pintu pagar rumahnya terbuka, sehingga aku langsung bisa masuk keberanda rumahnya dan mengetuk pintu.

" Asalamualaikum " aku ketuk pintu beberapa kali tapi tak juga ada jawaban dari dalam rumah.

" Asalamualaikum !"

" Wa'alaikum salam " terdengar suara dari dalam rumah yang suara itu tak asing sekali ditelingaku, suara tania Gumamku dalam hati.

Kreek... pintu terbuka dan terlihat Tania sedang berdiri terpaku didepan pintu, kulihat matanya yang sembab kelihatanya baru menangis.

" Tania apa kabar sayang !" sapaku kepada tania.

" Mamas, baik Mas, mamas kenapa kesini ?. kan sudah adek sms tidak usah mencari tania, atau temuai tania lagi !" Jawab Tania sambil berkaca-kaca.

" Tania..... Mamas kangen, mamas juga perlu tau apa salah mamas, sehingga tania jadi seperti ini!"

" Mas lebih baik mas pulang sekarang, adek gak mas lebih merasa sakit lagi nanti!" kata tania sambil terus meneteskan air mata.

" Tania... memangnya kenapa tania, apa yang salah pada mas?"

" Gak ada yang salah pada mas, Tapi mas... ah sudahlah mas cepetan mas pulang, jangan sampai Aabak tau mas ada disini, itu nanti akan membuat mas tambah sakit mas" sambil menangis tania mendorongku yang sedang berdiri di depan pintu dan menutupnya.

" Tania Aku cinta kamu tania, aku sayang kamu, aku gak bisa begini terus tania, aku butuh penjelasan" Teriaku dari balik pintu.

" Abak sama Ibu gak suka dengan Mamas, mereka gak setuju, dan Tania akan segera dinikahkan dengan pilihan mereka, udah jelas kan mas, sekarang lebih baik mamas pulang dan jangan kembali temui Tania". teriak tania dari dari belakang pintu, yang membuat hati terasa tertusuk-tusuk duri, dan gak percaya dengan semua ini.

" I love you always and at any time until " samar terdengar suara tania dari balik pintu megiringi langkah gontaiku keluar dari beranda rumah nya. sambil berguman dalam hati, Aku juga sangat mencintaimu Tania, sampai kapanpun aku akan selalu mencintaimu. Sebenarnya aku belum puas dengan jawaban tania yang mengatakan orang tuanya tidak suka dengan aku, padahal ketika aku berkunjung kerumahnya tempo dulu, orang tuanya menyambut hangat kedatanganku, yang membuat pikiranku semakin bingung.

" Tet.. tet..." terdengar bunyi bel dari arah depanku,.

" Hoi Mau mati kamu, jalan seenaknya !" terdengar suara teriak seorang laki-laki dari dalam mobil Pajero sport membentakku yang memang gak sadar berjalan sedikit ketengah. aku hanya diam dan minggir melanjutkan langkahku yang gontai.

Tak sengaja aku mengok kebelakang ternyata mobil tadi berhenti tetap di depan rumah Tania, ku hentikan langkahku, dan timbul rasa penasaran timbul dalam hatiku untuk mengetahui siapa lelaki dengan dasi yang turun dari mobil mewah tersebut. aku mendekat dan dan melihat dari balik pagar rumah tania, terlihat seeorang tergopoh keluar dari dalam rumah, seorang lelaki tua, dan aku tau itu adalah ayah tania menyambut kedatangan pria tadi, terlihat juga tania berdiri di pintu dengan senyum yang sepertinya dipaksakan dengan mata yang masih lembab akibat menangis tadi.

Oh ini dia rupanya lelaki yang telah merenggut cinta kami, orang yang dijodohkan oleh orang tua tania, gumamku dalam hati, aku perhatikan wajah tania yang sendu dan terlihat guratan wajah sedih nya. leleki tersebut masuk kedalam rumah tania, sedang dia masih berada didepan pintu, kupanggil tania setengah berbisik, dan ternyata dia mendengarnya dan langsung melihat aku yang berdiri di dekat pagar.

" Mamas...." gumam tania sambil bergegas menghampiriku dibalik pagar.

" Tania, siapa lelaki itu?" tanyaku

"Dia yang dijodohkan sama aku mas!" 

" O... dia.... Pantas, cocok dengan kamu Tania, dia orang yang kaya, tak seperti aku yang hanya mahasiswa miskin yang kemana-mana mengajakmu dengan motor butut."

" Mas jangan bilang seperti itu, aku gak suka sama dia" tandas tania.

" Kalau gak suka kenapa kamu mau dijodohkan". 

" Aku gak punya pilihan Mas..." jawab tania sambil membalikan badanya meninggalkan aku buru-buru masuk kedalam rumah.

" Tania... Tanai... Tunggu !" teriakku yang tak dihiraukan oleh tania.

 " Tania.....!!!!!" teriakku keras dan membuat orang didalam rumah tersebut keluar, Ayah tania dan laki-laki tersebut, dan menyusul tania dibelakang mereka.

" Hai Wa'ang Manga Ang kamari ?!" bentak ayah tania terhadapku yang berdiri tepat di depan pintu pagar menayakan kenapa aku kesini.

" Siapa dia pak ?" tanya lelaki disamping bapak tania.

" bukan siapa-siapa !" kata bapak tania kepada lelaki tersebut.

" Aku pacar Tania !" jawabku sambil menunjuk kearah tania.

" O... jadi kamu,! orangnya, sudahlah pergisana, jangan ganggu Tania Lagi, sebentar lagi kamu akan melangsungkan pernikahan, jadi jangan pernah ganggu tania lagi !" sahut lelaki didepanku dengan berkacak pinggang.

" Hallo... kamu silahkan saja menikah dengan tania, tanya dulu apakah tania mencintaikamu,?" jawabku.

" Itu bakan urusanmu, mencintai atau tidak yang pasti kami akan segera menikah.!"

" Hoe... wa'ang pai ang dari siko, jan marusak suasana di rumah kami" hardik bapak tania kepadaku,.

" Maaf pak, bapak gak adi menikahkan anaknya dengan orang yang tak dicintainya sama sekali, Bapak jahat hanya karena saya orang tak punya, lalu bapak menikahkan dengan orang lain yang kaya, bapak tak bisa mengerti perasaan bapak" Jawabku kepada bapak tania.

" mengerti apa kamu dengan perasaan anakku, toh kamu juga gak akan bisa membahagiakan anakku, Apa hanya dengan cinta kalian bisa hidup,! pergi kamu dari rumhkami cepat" kali ini bapak tania mendekatiku dan mengayunkan tangannya kearah mukaku, dan tepet mengenai daun telingaku.

Melihat kejadian itu, tania berlari dan memelukku sambil menangis.

" Ayah jangan ayah, Pukul aja tania " teriak tania sambil terisak dipelukan ku, dan ayah tania yang meraih tangan nya untuk melepaskan tania yang sedang memelukku erat.

" Tania Masuk kedalam, jangan bikin malu keluarga" hardik ayah nya sambil menarik paksa tania.

" Pergi kamu dari sini jangan ganggu tania lagi, ku pecahin kepala kamu kalau kamu kelihatan disini lagi" kata lelaki yang berada disamping ayah tania sambil menunjuk kearah mukaku.

" Mamas Kalau mamas cinta sama tania, mamas cepat pergi darisini mamas" kata tania menghiba sambil terus menangis.

" Tania, sampaikapanpun aku akan tetap mencintaimu, baik tania aku akan pergi, maafkan akau telah menggangu kedamaian keluarga ini, dan semoga kamu Bahagia bersama pilihan orang tuamu"

Aku kembali melangkah pergi meninggalkan rumah tania, dengan sejuta luka dalam hatiku, aku kembali kepadang dengan perasaan yang tak menentu, rasanya dunia ini begitu sempit disetiap sudut yang aku pandang hanya bayang wajah tania. kenangan manis yang kami jalani selama ini menggelanyuti pikiranku.

Sesampainya aku dipadang aku semakin terhanyut sudah duahari aku tak enak makan dan tak bisa tidur, membuat kondisi badanku lemah, tak tau ternyata ketika aku bangun dipergelangan tanganku sudah terpasang infus, kusapukan pandanganku kesekelilingku, terlihat senyum seorang wanita yang tak asing buatku, Yah itu adalah senyum tania wanita yang aku cinta dan aku sayangi. wanita yang telah menanamkan rasa cinta dan kasih sayang yang begitu besar didalam hatiku. 

" Mamas... kenapa mamas menyiksa diri sendiri,? mamas gak boleh kayak gini lagi ya.! tania sayang banget sama mamas, Tania gak mau terjadi apa-apa sama mamas!"

"Tania, kenapa mas disini ?" tanyaku kepada tania.

" Mamas taksadarkan diri selama 2 hari di kamar kos mamas, lalu teman mas yang bawa mas kesini, tania ditelp sama febi bahwa mamas masuk rumah sakit, makannya Tania kesini" jawab tania sambil memegang tanganku.

" Trimakasih tania, Mamas gak bisa hidup tanpa Tania, mamas sayang banget dan cinta banget sama Tania".

" Mamas udah jangan pikirkan apa-apa dulu yang penting mamas sehat sekarang ya !" kata tania sambil memelukku dengan mesra, hatiku begitu damai seseorang yang aku cintai berada dismapingku dan memelukku dengan hangat.


Sheila bila kau terluka
Aku pun tersiksa
Betapa besar cinta kita
Yang telah terbina
Namun terhalang dinding pemisah
Begitu tingginya

Sheila kini terbelenggu
Kerna orang tua mu
Di mata mereka yang ada
Intan dan permata
Aku tak punya harta dan benda
Mungkin akan membuat sengsara

Lalu ku coba bertanya
Untuk apa cinta kita
Sekian lama kita bina
Hanya berbuah derita

Ho ... ho ... Sheila
Tabahkanlah suratan di dirimu
Oh Sheila
Relakanlah kita harus berpisah


***
Sheila aku menyadari
Betapa susahnya
Mana yang harus engkau pilih
Aku atau dia
Mengapa kita harus bertemu
Sheila ... oh ... Sheila
Ingin tau kelanjutan kisah Surat bauat Seela yang selalu aku cinta, tunggu sambungannya dipostingan berikutnya ya...... Surat bauat Seela yang selalu aku cinta ( Part III )








Terimakasih atas kunjungan Anda di Q-BERITAKAN. "Bagi yang Berminat menulis di Q-BERITAKAN?. Punya Pengalaman Unik dan Menarik, atau ingin Berbagi Cerita, Berita, Informasi, Senibudaya dan informasi lainya. Silahkan Kirim tulisan anda ke e-mail: prasetyo.budi3@gmail.com atau Melalui Contact Us di bagian atas.
Share on Google Plus

About Prasetyo Budi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment