Perang Kesumat Obeng Cukil

Q Beritakan - Tujuh Purnama !. Kala itu si Obeng Cukil mengungkapkan di alun-alun Sindang Permata kala kalah dalam peperangan antara Peri Capung bersama Songgo langit Pria berjubah sunyi dengan si Uamang-umang bersayap Obeng Cukil, yang membuat dia harus bertapa di gunung Kawah sindang untuk menyempurnakan kekuatan dan sayap patah nya.

Hem memang dasar kepala siumang-umang bersayap ini. Seharusnya kala itu saya hancurkan cangkang kroposnya nya. tapi Songgo Langit adalah kesatria yang taat hukum, sehingga mengampuni lawanya yang sudah kalah dalam perang.

Abhenk Gokil alias si Obeng Cukil beserta bala tentara umang-umang telah menabuh gendang peperangan sebelum jangka waktu 7 purnama, ini dia pernyataan si Obeng Cukil.

" Entah setan mana yang merasuki simas Dedengkot Songgo Langit. Panggil mas karena senior dikampus yang belum selesai-selesai skripsinya. Nulis cerpen kisah hidupnya yang menoreh dan merobek hati rajin, skripsi gak kelar-kelar. Apa emang begitu sisi gelap seorang penulis kali? Ah, entahlah. Pusing juga mikirinnya, bukan urusan saya. Itu deritanya. Tau-tau tiada angin tiada hujan ditengah malam suntuk ngechat saya dan bertanya. Eh! Maap saya yang bertanya duluan ternyata. Hahahaa!"
 

"Mas benaran ada tuh pelem? So ini seantero dunia maya udah tercengang loh mas. Hhhhh
Kalau gak ada pelemnya, modar lah kita diserbu fans mas. Xixixi" menanyakan tentang sebuah pelem sepasang kekasih yang cintanya tidak direstui kedua orang tuanya, film dipromosikan lewat akun facebooknya akan tayang dalam waktu dekat. Aktornya pemain pelem dia sendiri, aktrisnya sahabat wanita yang juga mahasiswi dikampusku. Dikampus sahabat ini lumayan populer jugalah, siapa yang tidak kenal dengan Eby? Hihihi. Pelem ini digarap atas kerja sama sahabat-sahabatnya mas songgo langit yang udah pada uzur. Hihihi!
Kemudian dengan entengnya simas Songgo Langit membalas dengan tertwa renyah "wk wk wk wk wk... kita buat". Apah! Nanti kita buat? Aku pun tepok jidat dan kejang-kejang...."
Baiklah  Si Umang-umang Obeng Cukil, Cukup dengan balatentara Para Peri cantik.! Saya Songgo Langit Lelaki berjubah Sunyi akan menunggu bala tentara Umang-umang di tepian sungai kala bulan purnama esok yang akan menjadi saksi pertempuran kita. Ingat baik-baik buat kalian pasukan umang-umang... Akan Ku ukir prasasti sebagai tanda berahirnya Dinasti Umang-umang yang engkau bangun dengan kepongahan mu wahai Si Obeng Cukil.

Baiklah para pemirsa Kita tunggu cerita berikut, apa yang akan terjadi dan siapakah yang akan menjadi pemenang dalam pertempuran sengit antara Lelaki Berjubah Sunyi versus Umang-umang bersayap yang congkak.



Terimakasih atas kunjungan Anda di Q-BERITAKAN. "Bagi yang Berminat menulis di Q-BERITAKAN?. Punya Pengalaman Unik dan Menarik, atau ingin Berbagi Cerita, Berita, Informasi, Senibudaya dan informasi lainya. Silahkan Kirim tulisan anda ke e-mail: prasetyo.budi3@gmail.com atau Melalui Contact Us di bagian atas.
Share on Google Plus

About Prasetyo Budi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment