TERKENA MUSIBAH SETELAH MENOLONG JIN

Hari telah beranjak malam, hampir tiga jam aku disini menanti hujan reda dari jam 7 sore tadi, udara semakin dingin menusuk tulangku, sialnya siang tadi aku tak membawa jaket ataupun jas hujan sebagai persiapan, memang cuaca siang tadi begitu panas dan pikirku takan turun hujan sore ini. Ahirnya yah terpaksa aku berlindung dari derasnya hujan malam ini disebuah poskampling yang tampak lusuh dan sepertinya sudah taklagi dipakai sebagai pos warga setempat untuk beronda malam.

Jam ku telah menunjukan pukul 23;00 hujan masih terus mengguyur bumi seakan malam ini langit marah dan menumpahkan air hujan dengan begitu marahnya, jalanan pun sepi sekali seakan  semua kendaraan pun enggan untuk menerobos derasnya hujan malam ini. Jalanan pun gelap tanpa lampu penerangan jalan, sesekali kulihat jalanan yang tergenang air hujan, itupun dengan bantuan kilat petir yang menyambar-nyambar.

Tak lama kemudian Hujan pun mulai agak reda kulihat jam telah menunjukan pukul 23;45 wib, aku sisingkan celana jeans ku setinggi lutut dengan harapan tidak asah terkena cipratan air dari ban depan motorku. Hujan pun reda aku segera menghidupkan motor, beberapa kali ku engkol motor namun belum juga mau hidup mesin motorku, aku coba cek bensin di tangki, namun bensin masih penuh karena tadi sebelum hujan aku singgah di pom bensin untuk menambah bensin.

Lebih 15 menit aku coba hidupkan motor kesayanganku, namun tak juga ada tanda – tanda bisa menyala, ah… sial pakai mogok lagi acaranya motor ini, padahal hampir tak pernah aku mengalami hal seperti ini, karena aku tergolong rajin untuk servis berkala.

“ Kenapa Nak Motornya  “

Aku sedikit terkejut tiba –tiba ada yang menyapa ku dari arah belakang, aku menoleh dan terlihat sosok seorang wanita sedang berdiri tepat dibelakan ku.

“Oh. Ini anu buk Motor saya tiba-tiba mogok” sambil kulihat kearah wajah wanita yang barusan saja datang menghampiri saya.

“ O… mogok.! Coba di engkol lagi Nak Siapa tau Bisa!”

“Hem.. dari tadi juga sudah aku engkol sampai cepek, gak juga bisa “ gumamku dalam hati sambil melirik lagi kearah wanita tersebut, sekilas kulihat wajah nya yang kelihatan masih sangat muda, ketika kilat meyambar dan terlihat sekilas olehku.

“ Coba saja dulu nak.! Pasti bisa “

“ iya –iya Mbak saya coba “ ku engkol motor sambil sedikit malu seakan dia tau apa yang aku pikirkan barusan.

“ Nah Tukan Bisa, apa kata Nenek “

“ ah Iya buk triakasih Atas sarannya ya”

“ eh panggil saja nenek jangan Ibuk, saya ini sudah Tua Kok!”

“  Iya Nek, Maaf “ Perasaan tadi mukanya masih muda kok, paling sekitar umur 35 tahunnan, tapi iya juga ya suara sudah seperti nenek, kataku dalam hati.


“Nenek Mau kemana ? kok malam-malam gini masih di sini nek?” Tanyaku.

"Nenek Mau Ke Tanjung Karang Nak, Mau belu obat untuk cucu nenek yang sedang sakit "

" waduh Jauh ya nek !, Jam segini mana ada kendaraan atau bus yang arah kesana Nek,! apa tidak besok pagi saja sebaiknya"

"Enggak bisa Nak, Harus malam ini juga karena Cucu nenek harus segera mendapatkan Obat "

" Terus nenek Kesana mau naik apa Nek. Kan sudah Tidak ada bus atau travel nek!"

" Kalau Anak mau enggak nolong Nenek antarkan sampai jalan Lintas nak.? di simpang Gunung Batin, dari sana Nenek biar Nunggu bus udah mudahan masih ada Bus."

Enggak tega rasanya aku mendengar nenek itu sedikit memelas minto tolong padaku, tanpa pikir panjang aku iyakan saja, kearah Simpang gunung batin searah dengan aku pulang kerumah, sekalipun masih jauh dari tempat aku tinggal, sekitar 25 Km. tapi tak papa semoga saja tidak turun hujan kembali.

" Yuk Nek saya antar nenek sampai Di simpang Gunung batin ya nek" 

Tanpa menjawab nenek tersebut langsung naik ke atas motor ku dan langsung ku tancap gas menelusuri jalan yang masih basah oleh hujan yang begitu deras tadi dari pulong kencono menuju Gunung Batin.  tak sepatah katapun disepanjang jalan yang keluar dari mulutku, aku sedikit merasa aneh sebenarnya, dengan nenek tersebut, ada yang janggal menurutku dengan paras wanita yang aku bonceng ini, Mukanya masih muda dan cantik seprti wanita umuran 35 tahun, tapi anehnya suaranya kok nenek-nenek yang sudah lebih setengah abat.

" udah jangan mikir terus nak, nanti jatuh lo.! jalanya Licin"

aku kaget, seakan nenek tersebut tau yang aku pikirkan, " iya iya nek maaf" 15 menit sudah aku melajukan motor dan sampailah dipersimpangan jalan menuju rumah ku, aku melirik jalan arah kerumahku yang sudah kelihatan sepi, karena memang saat ini sudah jam 00 wib.

Tiba-tiba laju motorku sedikit tertahan seakan membawa beban yang sangat berat, terasa distang motorku terasa berat dan semakin berat.

Duor........!

"Ah... pecah ban motor"

" baru ditumpangi Sebentar saja sudah pecah ban motormu nak, trus bagaimana nenek sampai ke Gunung batin kan masih jauh"

" Maaf nek gak tau nih nek, Padahal ban motor saya baru saya ganti seminggu yang lalu nek"

" yaudah nenek Turun disini aja, biar nenek jalan kaki"

" Nek masih Jauh lo nek, Nenek tidur ditempat saya saja dulu nek, baru besok pagi berangkat" bujuku terhadap nenek tersebut.

" kan sudah nenk bilang nenek harus berangkat malam ini juga, lagian kamu sih ditumpangi gitu aja gak ihklas, yaudah biar nenek jalan kaki aja"

" Maaf nek Bukan tidak ikhlas nek, tapi sudah malam lagian ban Motor saya pecah nek"

" udah lah gak usah banyak ngomong, kamu cepetan pulang dan lihat dirumah kamu ada apa sekarang" 

" nenek gak nginap tempat saya saja nek" bujuku.

" Gak usah nenek jalan aja, yaudah cepetan pulang kamu dan lihat dirumah kamu ada apa" sambil tersenyum menyuruhku cepat pulang.

"Yaudah hati - hati ya nek" Tangan ku gemetar, kakiku seperti tak punya tulang, ketika kudapati nenek yang berada di hadapanku tadi tiba tiba menghilang. bulu kudukku merinding tubuhku bergetar menahan rasa takut, tanpa pikir panjang aku engkol motor dan segera tancap gas pulang kerumahku tanpa menghiraukan ban motorku yang bocor. 

Hatiku sedikit lega ketika aku sampai disimpang jalan arah kerumah, lagi lagi aku merasakan keanehan pada ban motorku yang rasanya kok biasa saja seperti tidak pecah, aku penasan dan berhenti seketika kulihat ban motor ku yang semula pecah, anehnya ban motorku utuh anginya pun penuh, tak ada tanda tanda pecah, padahal tadi nyata-nyata banku pecah.

Ah aneh sekali, akupun segera bergegas pulang dan ingat kata-kata nenek tersebut yang bilang aku cepat pulang dan lihat Rumahku ada apa. 

Sesampai dirumah kulihat 2 orang anakku tengah tertidur pulas, aku hidup dirumah ini bertiga bersama 2 orang anak perempuanku yang masih duduk di bangku Smp dan dan SD. sedangkan Istriku sedang mengadu nasib di negeri orang. 

Lalu aku bikin kopi panas untuk menghangatkan badan sambil merokok di ruang tamu, akupun masih merasa heran dengan kejadian yang aku alami beberapa menit yang lalu. menolong seorang nenek misterius yang tiba-tiba menghilang dari hadapanku seperti ditelan bumi.

Tiba-tiba aku teringat dengan perkataan nenek tadi yang bialng aku segera pulang dan melihat ada apa dirumahku. aku berfikir mungkin tadi itu tadi malaikat atau apa aja yang berniat membantu aku karena telah menolong nya. aku lihat-lihat seluruh sudut rumahku dan berharap menemukan apa yang aku sendiri tak tau apa yang aku cari. tak ketinggalan kolong tempat tidurpun aku lihat, tapi apa yang aku cari tak dapat kutemukan. akupun putuskan unutk tidur melepaskan lelah ku, karena mataku pun sudah terasa perih menahan rasa kantuk.

Keesokan Harinya Alangkah Terkejutnya ketika aku terbangun, kepalaku terasa pusing dan perutku terasa diremas-remas dan dipergelangan tanganku terasa perih yang ternyata aku telah di infus. aku bingung kenapa aku ada disini dan apa yang terjadi padaku sehingga bangun-bangun aku ada dikamar yang tak pernah aku kenal. 

" alhamdulilah kamu sudah sadar" terdengar suara sedikit parau dari sampingku, yang ternyata Pak Jono tetangga depan rumahku.

" kamu tadi pagi pingsan kedua anakmu juga, anakmu parah tadi sampai muntah darah"

aku semakin bingung dengan apa yang kualami, aku dan kedua anakku masuk rumah sakit, yang arahnya anak ku yang paling kecil dirawat sampai lima hari, dan yang membuat aku tambah pusing anakku seperti orang yang kesurupan, bentar-bentar dia bilang mau pulang, dan minta sesuatu yang aneh-aneh, minta rambut, bunga dan juga kain hitam. dalam perawatan aku dibantu dengan saudaraku mencari paranormal untuk membantu penyembuhan anakku. 

Kuceritakan kejadian malam itu yang aku alami kepada paranormal yang menolong aku, dia bilang bahwa orang yang atau wanita yang aku tolong malam itu adalah jin jahat yang suka menggangu manusia, aku dan kluargaku disarankan untuk rajin-rajin beribadah dan meminta pertolongan dari Tuhan dari gangguan jen, setan atau Iblis jahat yang senantiasa menggangu manusia.

inilah sekelumit kisah nyata yang aku alami, semoga sahabat Q berikatan dapat mengambil hikmahnya dan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, dan salam sukses selalu.

Terimakasih atas kunjungan Anda di Q-BERITAKAN. "Bagi yang Berminat menulis di Q-BERITAKAN?. Punya Pengalaman Unik dan Menarik, atau ingin Berbagi Cerita, Berita, Informasi, Senibudaya dan informasi lainya. Silahkan Kirim tulisan anda ke e-mail: prasetyo.budi3@gmail.com atau Melalui Contact Us di bagian atas.
Share on Google Plus

About Admin bos

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

4 komentar:

  1. Ngeri juga ya kang, semoga saja saya tidak mengalami hal seperti itu, tapi kali kalau melihat saya pernah kang, saya kira cuman karung yang menggantung dan pas dilihat lebih teliti lagi ternyata kain ada rambutnya dan tidak napak di tanah dan untungnya membelakangi wajah saya.

    ReplyDelete
  2. Serem juga tuh kang sampai tangan nya di infus kaya gtu.. Niat baik berujung menakutkan.. benar itu kang bukan hanya sekedar mimpi ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kisah nyata mas fen...diakhir tulisan kata mas songgo kisah nyata yg dialaminya.

      Delete
  3. saya kira tulisan ini adalah fiksi mas. haduh ternyata beneran ya.
    saya hampir gak percaya mas. masih ada ya kejadian spt ini. untung saya bacanya siang klo malam saya gak bs tdur nih mas.
    Saaabaarr ya mas atas kejadian ini. semoga Allah melindungi anak-anak dan mas jg. sih nenek itu jin yg menyeramkan yaa, duh saya smpe blum prcaya nih..

    ReplyDelete