TOKOH


TOKOH ya..pakai hurup besar lagi. Uh...semua tokoh terkenal tentu mengangumkan. Pasti kukagumi. Biasanya aku hanya memandang sisi positif mereka dan melupakan sisi negatifnya. Dan mereka tentu memang pantas untuk kukagumi.

Tapi ada satu TOKOH yang aku kagumi secara mutlak bukan hanya karena dia mengagumkan tapi lebih dari itu karena beliau memang manusia pilihan. Walau mungkin aku memilihnya terkesan gimanaaa gitu..tapi memang beliau mengagumkan bagiku.

Semalaman aku berfikir apakah pantas aku memilihnya sebagai TOKOH. Rada-rada ngeri juga menuliskannya. Karena beliau ini menurutku tidak bisa disejajarkan dengan tokoh-tokoh terkenal lainnya. Bukannya karena tidak pantas justru karena beliau jauh diatas pantas. Jadi mohon maaf sebelumnya kalau aku salah.

Sebagai muslim tentu saja aku mengagumi tokoh ini. Tapi tidak hanya sebagai muslim melainkan juga sebagai pribadi. Dari segala sisi. Terutama ahlak dan budi pekertinya. Kejujuran, kesabaran, keihklasan dan kelembutan hatinya.

Saat taraweh di malam-malam pertama bulan Ramadan ini bisa dipastikan yang hadir di masjid membludak. Tua muda, perempuan, lelaki, dan anak-anak memenuhi masjid sampai ke teras-teras penuh. Di tempat lain juga biasanya begitu ya. Yang membuat kesal tuh kadang anak-anak. Sudah sholatnya cuma main-main kadang pula sampai mengganggu kekhusukan yang lainnya menjalankan ibadah.

Ada pula ibu-ibu atau bapak yang membawa anak-anak balita yang saat kita sholat mereka menangis atau lalu lalang di depan kita. Belum lagi yang jahil menarik-narik mukena atau bikin berantakan sajadah. Biasanya hati ini jadi dongkol dan kesal. Sering terlintas pikiran kenapa sih pakai dibawa ke masjid..mengganggu saja. Padahal bagus juga buat mereka agar mengenal dan terbiasa untuk hadir di masjid sejak usia dini.

Itu sebelum tahu kisah dari tokoh yang kukagumi ini. Tapi setelah tahu, tanggapan dan reaksiku jadi banyak berubah tentang anak-anak yang menguji kesabaran itu. Jadi lebih ikhlas dan sabar atas tingkah polah mereka.

Alkisah, tokoh ini juga pernah mengalami sholat dengan gangguan mahluk-mahluk mungil ini. Saat beliau sedang sujud cucunya naik ke punggung seperti sedang main kuda-kudaan. Mau bangun dari sujud khawatir cucunya jatuh akhirnya beliau memanjangkan bacaan sujudnya sampai cucunya turun dari punggungnya. Dan itu terjadi tidak hanya sekali. Sabar ya.

Jadi begitu aku mau sujud dan ada seonggok balita di hadapanku sedang mengamati wajahku dengan mata polosnya yang bulat aku langsung teringat kisah itu sambil berpikir keras, bagaimana nih tindakanku, sujud sambil menggeser tubuh mungil itu atau menggeser sedikit arah sujudku. Yang terpenting adalah menjaga hatiku agar tidak dikuasai amarah atau kekesalan pada si mungil itu.

Ada lagi tentang menyayangi kucing. Karena aku kurang menyukai kucing jadi kisah ini benar-benar mengena buatku. Pernah suatu ketika beliau hendak mengambil jubahnya, ada Mueeza sedang tidur santai diatasnya. Beliau lebih memilih memotong lengan jubahnya yang ditiduri Mueeza daripada membangunkan binatang berbulu itu. Duh, kalau aku sih sudah kukibas itu meong, astaghfirullah...Enggak lagi-lagi deh.

Itu cuma contoh kecil. Betapa beliau ini penuh kasih sayang. Kalau contoh yang besar banyak sudah yang menuliskannya. Kalau dibahas semua bisa keriting jempol ni.

Yang pasti aku mengagumi semua tentangnya. Beliau sebagai pengusaha yang ulet dan jujur, pejuang gagah pemberani dan ksatria, negarawan yang luar biasa, suami yang romantis, ayah yang hangat dan penuh cinta, teman yang setia, dan masih banyak lagi.

Tidak hanya sekedar mengagumi tapi juga cinta. Dan karenanya,  sudah sepantasnya lah mengikuti suri tauladan yang sudah beliau contohkan. Meski belum semua bisa  dilaksanakan setidaknya mencoba dan terus mencoba.

“Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shallaita ‘alaa ibraahiim wa ‘alaa aali ibraahiim innaka hamiidum majiid, Allaahumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa ibraahiim wa ‘alaa aali ibraahiim innaka hamiidum majiid”
#amimustafa

Terimakasih atas kunjungan Anda di Q-BERITAKAN. "Bagi yang Berminat menulis di Q-BERITAKAN?. Punya Pengalaman Unik dan Menarik, atau ingin Berbagi Cerita, Berita, Informasi, Senibudaya dan informasi lainya. Silahkan Kirim tulisan anda ke e-mail: prasetyo.budi3@gmail.com atau Melalui Contact Us di bagian atas.
Share on Google Plus

About Prasetyo Budi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment