TANPA GADGET ???


Hidup tanpa gadget? 
Sekarang? Di zaman ini? 
Oh nooooo....tidabisssaaa!!
Terutama Handphone atau smartphone ya.
Kalau 20 tahun yang lalu sih mungkin bisa-bisa aja ya. Tapi kalau saat nih sumpeh deh, enggak bisa banget.


Nih ya, kalau mau pergi kemana mana, aku mendingan berangkat tanpa sempat make up deh dari pada gak bawa hp. Atau mending ketinggalan dompet daripada ketinggalan hp. Saking penting dan menunjang kepedean. Soalnya selain buat komunikasi itu hp juga menjalankan fungsi jam tangan, kalender, asisten pribadi, laptop, play station, tape recorder, mp3 player, mesin ketik, cermin, buku catatan, pengukur jarak, pengukur kecepatan,  GPS dan tentu saja sudah pasti : kamera.

Sebanyak itu ya fungsi yang dijalankan hp ku? Yes! As complete as that! Jadi kebayang deh kalau aku harus hidup tanpa gadget. Alangkah repotnya diganduli segala macam barang yang menunjang keperluanku yang seharusnya hanya cukup ku buat simple dengan berbekal sebuah smartphone.

Jadi nggak bisa ya hidup di dunia tanpa gadget? Siapa bilang..BISA donk!!
Ahhh!!! Dasar plin plan. Tadi katanya "tidabisssaaaa" lah sekarang kok malah BISA pake donk pulak.

Elohhh.. tadi kan pertanyaannya bisa nggak "hidup tanpa gadget" ya jawabnya tidabisssa laah. Tapi kalau "hidup di dunia tanpa gadget" why not, BISA donk. Pake donk lagi tuh. Bukannya zaman dunia tanpa gadget itu pernah kualami? Dan aku merasa beruntung punya masa kecil tanpa gadget. Masa kecil dimana aku bermain dengan teman-temanku bukan dengan hp.. melakukan permainan real bukan virtual di dalam gadget.

Dulu itu, belum ada hp buat telpon atau sms, belum ada wa, bbm, line, dan lain-lain untuk bikin rencana kumpul bareng . Tapi yang namanya grup tetap bisa punya waktu untuk kumpul bersama tepat waktu malah. Kumpul-kumpul bertukar kabar saling peduli, bercanda tertawa bersama, masing-masing aktif menghidupkan dan menghangatkan suasana.

Enggak kayak sekarang. Di sosmed heboh aja mau ketemuan kumpul-kumpul tapi pas tiba waktu yang dijanjikan tiba-tiba ada aja yang batalin janji dengan berbagai alasan klise. Kan gampang, tinggal wa atau bbm, atau video call deh lewat line. Dan ketika sedang berkumpul, masing-masing sibuk dengan hp-nya sendiri-sendiri.

Kira-kira seperti apa ya dunia tanpa gadget? Ya seperti dulu pernah kujalani lah. Sebelum tidur putar jam kukuk buat setting alarm. Lari pagi buat latihan ya kudu membekali diri dengan stopwatch. Beli koran, karena gak bisa lagi baca koran online. Aku yang pelupa wajib menyiapkan buku kecil untuk mencatat apa pun yang harus kuingat. Jadwal kegiatan, janji temu, what to do today, kalau mau baca buku ya harus beli atau nongkrong di perpustakaan karena tidak bisa baca buku online atau wattpad dan lain-lain.

Kalau dengan hp bisa tinggal telpon atau sms mungkin aku harus menyempatkan diri bertemu langsung dengan orang yang butuh diajak komunikasi. Ada bagusnya sih. Kadangkan di zaman sekarang nih, ketemu dengan sesama penghuni rumah saja tidak sempat saking sibuknya. Ada perlu apa-apa tinggal telpon, sms, atau lebih keren lagi sekaran pakai video call. Mau tau kabar juga tinggal stalking medsos.

Kalau untuk komunikasi jarak jauh mungkin akan kembali ke zaman surat menyurat dan zaman pak pos jadi idola dulunya. Mesti sabaaar nunggu balasan. Begitu surat balasan tiba senang banget sampai itu surat disemprot farpum terus disimpan dalam kotak.

Kalau biasanya kita jadi lebih individualis karena lebih sering terpaku sama gadget mungkin jika tanpa gadget bisa lebih berbaur lagi sama orang-orang. Main bersama teman-teman bukan melulu main game di hp. Kalau nyasar-nyasar ya kudu nanya orang langsung beramah-tamah karena tidak bisa lagi mengandalkan GPS.

Betul sih hp itu connecting people. Tapi kebanyakan saat ini hp lebih sering mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Seringkali kita tahu keadaan di belahan dunia lain tapi keadaan tetangga di belakang rumah malah tidak tahu sama sekali. Punya ribuan teman di medsos tapi di lingkungan sendiri malah tidak kenal seorang pun. Miris yah.

Kadang-kadang bosan juga hidup dengan gadget. Sesekali mau sih hidup tanpa gadget. Misalnya saat hari libur. Mati kan semua gadget seharian. Bebas dari notifikasi medsos, bebas bereksplorasi di alam nyata. Coba deh... Sesekali aja tapi ya. Sehariiii aja..hehe. Yuk coba yuk...rasakan sensasinya.
#amimustafa

Terimakasih atas kunjungan Anda di Q-BERITAKAN. "Bagi yang Berminat menulis di Q-BERITAKAN?. Punya Pengalaman Unik dan Menarik, atau ingin Berbagi Cerita, Berita, Informasi, Senibudaya dan informasi lainya. Silahkan Kirim tulisan anda ke e-mail: prasetyo.budi3@gmail.com atau Melalui Contact Us di bagian atas.
Share on Google Plus

About Admin bos

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

7 komentar:

  1. dua bulan ini saya nggak pake gadget, hape juga hape jadul yang udah diiket tali karet gelang, meskipun begitu duit saya tetep banyak tuh...Alhamdulillah

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah, berkah nyak mang...

      Delete
    2. Wahh ini mah hpe jadulnya pembawa berkah mang. hape jadul bolehh di adu dalam segi kekuatan ya dengan hape jaman sekarang :D

      Delete
  2. Kalau dibandingkan jaman dulu dengan sekarang emang lebih seru jaman dulu ya kang tetapi kalau masalah enakan jaman dulu atau sekarang ya jawabannya jaman sekarang karena kalau mau apa apa tinggal di chat atau sms atau juga telepon atau wa atau juga line atau bbm atau juga apalah apalah gituh. Ahi hi hi

    ReplyDelete
  3. Tapi kalau diniatkan sungguh2 mah bisa mang, saya aja pernah beberapa waktu lalu hidup tanpa smartphone, lancar2 aja tuh...

    ReplyDelete
  4. Sip setuju banget kang handphone dapat mendekatkan yng juh dan menjauhkan yang dekat :D Handphone atau smartphone itu multifungsi banget jadi sangat di butuhkan tapi kalau pun tidak punya sama sekali y tetap bisa hidup dong namun alangkah repotnya kalau tidak punya handphone

    Btw mentang-mentang mendekati hari raya itu produk KUE khas Lebaran di edit jadi pada pegang handphone :D haha

    ReplyDelete
  5. Aku kalau handphone sih gak pegang tiap hari, ya (paling dicek pagi&malam untuk update). Tapi kalau PC/laptop susah ditinggalkan, soalnya buat kerja :)

    ReplyDelete