LUKA IBU PERTIWI


Gozzi : Ibun mau kemana?

Bunda : Mau bersepeda..

Gozzi : Ikuut

Bunda : Hayuk buruan..cuci 

muka dulu, bau iler! biar ibun siapkan sepeda mu


Gozzi : Siapp !!

Gozzi : Kemana nih kita?

Bunda : Pokoknya gowes aja deh. Kemana aja

Gozzi : Ibun gimana sih, mau gowes tapi gak tau tujuan mau kemana.

Bunda : Kadang-kadang kita hanya perlu terus bergerak walau belum punya tujuan. Tujuan itu bisa aja datang saat kita sudah di pertengahan jalan

Gozzi : Oke deh bun..siap..

Gozzi : Itu apa bun? Ngapain kesini, jalannya becek dan berlubang?

Bunda : Liat-liat aja. Lagian disini enak, teduh dan gak banyak kendaraan lalu lalang

Gozzi : Sekarang sepi ya bun. Padahal dulu ramai.

Bunda : Iya karena perusahaan yang mengelola tempat ini sudah ditutup.

Gozzi : Kok bisa ditutup sih bun?

Bunda : Karena kontrak karyanya sudah habis.

Gozzi : dulu kita kalau lewat pos itu harus izin dulu ya bun

Bunda : Iya..kalau gak punya ID mana boleh sembarangan masuk 

Gozzi : Itu lubang apa bun? Kayak danau gitu..cantik ya bun

Bunda : Itu namanya kolong bukan danau. Lubang bekas galian orang menambang timah.

Gozzi : luas banget bun..pakai apa ngambil timahnya?

Bunda : pakai mesin donk...masa dicangkul. Daerah ini dulu tempat penambangan timah terluas di daerah ini.

Gozzi : keren bun...jadinya seperti gurun pasir yang ada oasis-oasis-nya gitu yah..

Bunda : Kalau dipandang dari sisi fotografi sih mungkin keren...tapi sebetulnya  enggak keren banget

Gozzi : kenapa bun?

Bunda : karena ini contoh luka ibu pertiwi. Air bening itu airmata ibu pertiwi  yang menangis karena buminya hancur oleh keserakahan manusia.

Gozzi : Maksudnya ibun apa sih...

Bunda : eh awas lubang tuh.

Gozzi : Uppss...wih...hampir aja (setttt...meliuk manis menghindari lubang)

Bunda : Dulu tempat ini nggak carut marut berlubang-lubang seperti ini. Tapi karena ada kandungan timah yang banyak disini tanahnya lalu digali dan dibongkar sampai dalam.

Gozzi : Kok nggak ditutup lagi bun? Kalau ditutup lagi kan bisa ditanami pepohonan biar daerah ini nggak bolong-bolong yang kalau dilihat dari atas seperti koreng ya bun..hihi..

Bunda : Nah itu dia serakahnya manusia. Mereka mau mengambil hasilnya aja dari bumi pertiwi ini tapi nggak mau memberikan perawatan sebagai timbal balik.

Gozzi : Perawatan seperti apa bun...eh awas bun, lumpur pasir tuh..

Bunda : (sambil ngeles cantik dari kubangan lumpur pasir) Ya direklamasi lah. Lubangnya ditutup lalu ditanami pohon penghijauan seperti yang kamu bilang tadi.

Gozzi : kenapa mereka nggak mau bun?

Bunda : karena biayanya tinggi. Ada sih yang sudah direklamasi, eh adaa aja manusia lain yang bongkar lagi karena masih ada banyak sisa-sisa timah disana

Gozzi : siapa mereka bun?

Bunda : orang-orang yang mengelola tambang inkonvensional, ilegal mining gitu

Gozzi : apaan tuh bun?

Bunda : pengelola tambang yang gak punya izin

Gozzi : Mereka menambang disini tanpa izin apa gak ada yang marah bun?

Bunda : Ya ada donk..sewaktu-waktu suka ada razia gitu. Karena pemerintah kan sudah mengeluarkan larangan untuk menambang secara ilegal apalagi sampai merusak lingkungan seperti ini.

Gozzi : Suka di adakan razia tapi masiih aja ya bun alam kita rusak sampe begini.

Bunda : Ya kan gak mungkin dijaga sepanjang waktu. Mana tempatnya luas dan banyak tersebar dimana-mana. Siapa yang mau jagain , zii...belum lagi biayanya...

Gozzi : Wah, kalau begini terus bisa-bisa nanti anak-anak Gozzi tinggal diatas air donk bun, kalau bumi Bangka ini dikeruk terus buat cari timah.

Bunda : Tenang zii, enggak semua orang suka merusak alam kok, masih banyak juga sekarang yang mulai beralih kembali jadi petani lada dan menanam pohon-pohon

Gozzi : Mudah-mudah para penambang yang suka merusak alam tanah Bangka ini cepat sadar ya bun, kalau bumi ini bukan cuma buat mereka saat ini. Tapi generasi-generasi setelah Gozzi nanti juga punya hak menikmati alam yang hijau. Bukan tanah-tanah tandus  yang bolong-bolong ini.

Bunda : Ya zii...semoga.

Gozzi : Berhenti bentar dong bun..minta minum

Gozzi : Ibun perhatiin deh, kalau dari jauh kelihatan indah ya?

Bunda : Menurut mu indah ya?

Gozzi : Hehe..iya sih bun

Bunda : Apa pun jadi indah karena kamu saat ini ada disamping Ibun..coba kalau sendirian...

Gozzi : Hahahaaa...
ogaaahhh.. ngeriii...


Bunda : Huuu...dasar. Yuk ah putar balik...pulang..udah sore banget nih...

Gozzi : Hayuk bun.. Gozzi sudah gak sabar pengen bikin slogan go green supaya orang-orang jadi lebih  sadar untuk menjaga lingkungan.

Bunda : Siipp...mari selamatkan bumi kita!!!

Gozzi : Biar nanti anak cucu Gozzi bisa hidup nyaman di bumi ini senyaman Gozzi bersama ibun 
______________________________

#amimustafa

Terimakasih atas kunjungan Anda di Q-BERITAKAN. "Bagi yang Berminat menulis di Q-BERITAKAN?. Punya Pengalaman Unik dan Menarik, atau ingin Berbagi Cerita, Berita, Informasi, Senibudaya dan informasi lainya. Silahkan Kirim tulisan anda ke e-mail: prasetyo.budi3@gmail.com atau Melalui Contact Us di bagian atas.
Share on Google Plus

About Admin bos

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

6 komentar:

  1. Memang disayangkan ya kang ceritanya gak ada nama saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaudah dgnti aja kang..
      Ibun dengan Nurul Iman...

      Delete
  2. Wah ini manteb klo dijadikan drama mas, bisa menyindir org" yg gak bertanggungjawab dan kurnag mmperhtikan alam yaa..

    ReplyDelete
  3. Ohm jadi itu air yang ada di lahan tambang itu air mata ibu pertiwi yang menangis karena buminya di rusak karena keserakahan manusia yang mementingkan dirinya sendiri untuk mencari kekayaan. Ini pesan yang sangat bagus kang

    ReplyDelete
  4. ini bisa jadi lagu lyric buat iwan falss nih bang.. tentang ibu pertiwi hihihi

    ReplyDelete
  5. penambangan bisa bikin kita hilang tempat tinggal
    mari kita gogreen

    ReplyDelete