AWAS ANJING GALAK


Sudah 5km aku berlari di jalan setapak perkebunan dan hutan, sesekali menerobos semak ilalang dan terkait ranting-ranting pohon. Aku menoleh kebelakang, tak ada seorang pun. Lalu teriak : "On-ooooonnn!??" tak ada yang menyahut. Tepat. Aku terpisah dari rombongan. Yang di belakang masih terlalu lama untuk ditunggu sementara yang di depan sudah terlalu jauh untuk dikejar. Ya sudah..sendirian deh.

Enggak takut sore-sore sendirian jogging di perkebunan atau hutan yang sepi? Kalau ramai bukan hutan atau kebun kalee. Kadang takut sih...tapi lebih sering enggak. Yang bikin takut itu kalau tiba-tiba ada hewan buas yang menyerang. Tapi disini ada hewan buas apa? Palingan yang agak seram itu kalau ada babi induk yang lagi mengawal anaknya bermain. Soalnya induk babi ini jadi garang maen seruduk tanpa ampun. Tapi babi hutan jarang-jarang sih mau menampakkan diri. Mereka lebih suka menghindar dari manusia.

Yang bikin takut sampe semaput itu ada sih...Anjing galak. Biasanya kalau sudah dekat perkampungan. Kalau di perkebunan mah malah hampir nggak ada. Kalau pun ada hanya anjing biasa yang tidak galak.

Pernah suatu kali kami membuat trek lari di desa Trubus. Sebuah perkampungan etnis china yang hampir setiap rumah memelihara minimal seekor anjing. Wah...paling benci deh kalau sudah lari disitu. Lagi asyik-asyik lari tiba-tiba aku dikejar dan digonggong seekor anjing. Kontan aku teriak histeri. Sialnya lagi anjing yang lain pada ikutan mengejar dan menggonggong. Kalau tidak salah itu sampai lebih dari 5 ekor anjing yang gonggong dan lari mengejarku. Wah..rasanya seperti sedang di medan perang dan diberondong peluru sepasukan tentara musuh.

Aku kan parno banget sama anjing. Biar kata anjing jinak tetap saja aku bergidik tiap kali melintasinya atau berada didekatnya. Entahlah, aku trauma sama anjing. Padahal dulu aku punya anjing peliharaan dirumah. Anjing ras golden retriever yang cantik.

Mungkin gara-gara aku pernah dikejar anjing pas waktu bertamu ke rumah kawan. Menyebalkan banget! Saat aku hampir memarkir motor didepan rumah kawanku itu eh anjingnya menyalak menyambutku dengan galaknya. Karena kaget tanpa babibu lagi aku langsung tancap gas sambil teriak tolong-tolong.
Sialnya tak ada yang keluar dari rumah itu, padahal cerita kawanku pas sorenya aku ketemu dia, katanya ada menantunya yang melihat aku dikejar anjing, huh, kurang ajar banget, bukannya bantu menghalau si anjing malah cuma nonton dan ketawa terpingkal-pingkal. Untung aku tidak sampai terjatuh, padahal hampir nabrak-nabrak tuh saking paniknya.

Aku juga pernah jatuh dari motor gara-gara menabrak anjing. Wah, sebulan lebih  kaki ku cedera, bahkan sampai meninggalkan bekas. Pokoknya biar bawa motor kalau ada anjing yang menggonggong pasti deh aku yang terkaing-kaing ketakutan.

Apalagi, di Bangka ini kan banyak etnis tionghoa-nya yang pencinta anjing, jadi kadang-kadang ada anjing yang ikut-ikutan jaga toko tuannya, aduh mak, macam mana aku mau nyaman belanja kalau di depan toko nongkrong anjing yang gede, masa aku mesti pake label di dada dengan tulisan 'SAYA TAKUT ANJING'. Kan gak lucu.

Jadi mana mau nyaman jogging kalo ada anjing dimana-mana. Nanti lagi asyik-asyik lari dikira maling lagi sama tuh guguk. Hiii..kan serem. Mending ketemu hantu deh daripada dikejar anjing. Ah..ciyuss nih?? dua-duanya sama-sama gak enyak.

Gimana ya caranya biar para anjing itu tidak berkeliaran diluar rumah pemiliknya. Pengen usul ke pemerintah setempat nih, supaya melarang anjing berkeliaran. Selain bikin takut dan tidak nyaman, kan bisa jadi penyebab kecelakaan lalu lintas juga tuh.

Kata teman-teman chinese ku ada cara mengatasi anjing. Kalau dikejar anjing jangan lari. Tapi segera merunduk seolah mau mengambil sesuatu. Biasanya anjing itu berhenti menyalak dan mengejar walau sebentar. Haduuh...kalau aku mah mana sempat kepikiran begitu. Dengar suara anjing menyalak langsung panik gak ingat mesti gimana. Apalagi kalau anjingnya menyalak ramai-ramai. hih..

Sungguh memalukan ternyata saya takut anjing. Bahkan sama anjing cihuahua yang menggemaskan pun aku berkeringat dingin memegangi tali ikatannya. Pokoknya say no to anjing. Maaf ya pencinta anjing.

Di kilometer ke-enam, diujung kampung sayup terdengar anjing menggonggong dengan galaknya. Waduh. Mulai panik. Tengak tengok kiri kanan. Cari pentungan atau batu buat pertahanan diri. Gak lucu kan pulang jogging digigit anjing. Untung garis finish sudah kelihatan. Dan anjingnya ternyata terikat. Alhamdulillah..amaaann
On-on!!!

#amimustafa

Terimakasih atas kunjungan Anda di Q-BERITAKAN. "Bagi yang Berminat menulis di Q-BERITAKAN?. Punya Pengalaman Unik dan Menarik, atau ingin Berbagi Cerita, Berita, Informasi, Senibudaya dan informasi lainya. Silahkan Kirim tulisan anda ke e-mail: prasetyo.budi3@gmail.com atau Melalui Contact Us di bagian atas.
Share on Google Plus

About Admin bos

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment