Cara Membuat Sabun dari Minyak Jelantah ( minyak goreng bekas)


Q Beritakan. Setelah Sebelumnya posting tentang beberapa manfaat yang terdapat pada limbah minyak goreng tersebut  Manfaat Minyak Jelantah ( minyak goreng bekas )
Kali ini Q beritakan akan sedikit berbagi proses pemanfaatan minyak goreng bekas, yaitu Cara Membuat Sabun dari minyak Jelantah (Goreng Bekas). 

Minyak goreng yang merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Perkembangan industri kuliner menyebabkan dihasilkannya minyak goreng bekas dalam jumlah yang cukup banyak. Minyak goreng bekas ini apabila dikonsumsi dapat mengganggu kesehatan. Minyak goreng bekas tersebut apabila dibuang dapat mencemari lingkungan. Untuk mengatasi hal tersebut minyak goreng bekas dapat dimanfaatkan kembali, salah satunya dengan mengubahnya menjadi produk sabun cuci piring cair. Sebelum diolah menjadi sabun, minyak goreng bekas dimurnikan terlebih dahulu. Pemurnian terdiri dari tiga tahap, yaitu penghilangan kotoran (despicing), netralisasi dan pemucatan (bleaching). Penghilangan kotoran.
Tapi sebelum kita membuat sabun cairvatau sabun batangan sebaiknya kita harus pahami istilah-istilah dalam proses pembuatanya Tersebut, ok langsung kita Ke TKP.....

1. Erlenmeyer

  • Erlenmeyer adalah gelas ukur Gelas ukur adalah peralatan laboratorium yang biasanya berbahan kaca yang digunakan untuk mengukur volume cairan. Karena fungsi utamanya adalah mengukur volume, maka gelas ukur biasanya berbentuk silinder, dengan garis-garis penanda volume di bagian luarnya.
2. Ti02 (Titanium dioksida )
  • Pada konsentrasi kecil (<0,8>). TiO2 ada dalam tiga bentuk kristal: anatase, brookite, dan rutile. Biasanya diperoleh secara sintetik. Rutile adalah bentuk yang stabil terhadap perubahan suhu apabila diperoleh secara luas sebagai monokristal yang transparan.


3. EDTA


  • ion besi yang mengkatalis proses degradasi oksidatif. Degradasi oksidatif akan memutuskan ikatan rangkap pada asam lemak membentuk rantai lebih pendek, aldehid dan keton yang berbau tidak enak.



Alat dan Bahan
1. Alat
  • Peralatan gelas
  • Hot plate
  • Timbangan analitik 
  • Pengaduk magnet
  • Heating mantel
  • Statif dan kelm
  • Pignometer
  • PH meter
2. Bahan
  • Minyak goreng bekas ( minyak jelantah)
  • Soda kaustik
  • Garam halus
  • Aquades
  • TiO2
  • Aroma Orange
  • EDTA
  • Indikator pp
  • Kalium hidroksida
  • Etanol
  • Asam klorida
  • Buffer pH 7 dan 9
Cara Pembuatan
a. Minyak Goreng Bimoli
  1. Panaskan terlebih dahulu 10 mL air dalam Erlenmeyer 50 mL dan pada saat mendidih, tambahkan 5 gram soda kaustik.
  2. Sambil diaduk, sebanyak 50 mL minyak Bimoli dituangkan secara pelan-pelan dengan menggunakan api yang kecil.
  3. Setelah terbentuk padatan, lalu tambahkan 25 mL aquades serta terus menerus diaduk sambil dipanaskan sehingga terbentuk seperti susu.
  4. Selanjutnya, 1 gram garam halus dimasukkan, diaduk kira-kira 20 menit dengan api dimatikan.
  5. Masukkan sebanyak 1 gram campuran EDTA dan TiO2 , diaduk hingga merata.
  6. Mendiamkan selama 20 menit dan memasukkan parfum orange dan diaduk.
  7. Menuangkan dalam cetakan dan ditunggu selama 24 jam.

b. Campuran Minyak Curah dan Minyak Kelapa S
  1. Sebanyak 25 mL minyak curah dicampurkan dengan 25 mL minyak kelapa dalam Erlenmeyer 250 mL.
  2. Lalu tambahkan 25 gram soda kaustik dan etanol.
  3. Larutan dipanaskan pada suhu 70 – 80 0C selama 20 menit.
  4. Lapisan dipisahkan, yang dipakai larutan bawah.
  5. Selanjutnya, tambahkan sebayak 1 gram TiO2 dan 1 gram EDTA, 2 mL larutan jenuh NaCl sambil diaduk dan dipanaskan sampai terbentuk jonjot-jonjot putih dan disaring serta direkristalisasi dengan air panas.

Dari kedua cara diatas, nantinya dapat disimpulkan bahwa bahan dasar pembuatan sangat berpengaruh pada sabun yang dihasilkan. Jika dipakai minyak dengan kandungan asam tak jenuh dan rantai pendek, maka akan menghasilkan sabun cair. Sedangkan bila dipakai minyak dengan kandungan asam lemak jenuh dan berantai panjang, maka akan dihasilkan sabun yang tak larut pada suhu kamar (sabun padat).
Ketika bahan dasar yang dipakai adalah minyak goreng Bimoli berwarna kuning, bening yang terbuat dari kelapa sawit. Sedangkan minyak curah berwarna kuning keruh yang juga terbuat dari kelapa sawit, maka prosesnya lebih jelek dari Bimoli.
Langkah yang sama sebenarnya dapat dilakukan untuk memperoleh sabun yang bagus. Pertama, dengan menambahkan filternya supaya menekan biaya. Kedua, bisa menggunakan bahan lemak atau minyak yang lain. Ketiga, perlunya memvariasi karakteristik sabun dari bahan lain.



Demikian lah Proses pembuatan Sabun dari minyak Jelantah, semoga bernanfaat. Bagi yang belum jelas silahkan tanyakan di kolom komentar ya, ok selamat mencoba dan sukses selalu Q beritakan.



Terimakasih atas kunjungan Anda di Q-BERITAKAN. "Bagi yang Berminat menulis di Q-BERITAKAN?. Punya Pengalaman Unik dan Menarik, atau ingin Berbagi Cerita, Berita, Informasi, Senibudaya dan informasi lainya. Silahkan Kirim tulisan anda ke e-mail: prasetyo.budi3@gmail.com atau Melalui Contact Us di bagian atas.
Share on Google Plus

About Admin bos

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

7 komentar:

  1. bahan dan alatnya itu loh yg susah kang admin. ini praktikum anak science ya tepatnya kang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau bahannya memang harus belu di toko kimia mbak.! Iya mbak.!

      Delete
  2. tipsnya oke min, tapi kendalanya sering malas nih haha
    oh ya kalau jadi sabun licin banget gitu gak sih? lengket juga gak?

    ReplyDelete
  3. Minyak jelantahnya kok dikit mas cuma 25ml nggak abis abis ntar minyak jlantahnya sekali nggoreng saja sisanya bisa 100 ml lebih

    ReplyDelete
  4. yang beginian nih artikel pembangkit ekonomi bangsa teh, dengan memproduksi sabun dari bahan baku limbah (minyak jelantah) ekonomi maju, bumi bersih orang-orang jadi sehat....di sharein ku saya mah nih mang

    ReplyDelete