Cara Menghitung Kubikasi Kayu Gelondongan

Kenangan Di HPH MInas Pagai Lumber Kep. Mentawai
Q Beritakan. Indonesia Adalah Negara dengan Hutan hujan tropis yang paling kaya akan jenis dan ekosistem yang kompleks di dunia. Indonesia memiliki 38.000 jenis tumbuhan berbunga, yang dari jumlah tersebut  jenis pohon yang mempunyai  potensi menghasilkan kayu sekitar 4.000 jenis, yang memiliki nilai ekonomis hanya 400 jenis dan 785 marga dan 106 famili. Sedangkan yang termasuk dalam kategori kayu komersial hanya 260 jenis.
Poto kenang - Kenagan waktu Kerja Di HPH
Tapi kali ini saya tidak akan membahas tentang hutan akan tetapi membahas bagaimana cara mengetahui atau menghitung kubikasi gelondongan.siapa tau diantara sahabat Q!beritakan ada yang bermi9nat untuk menjadi pemborong kayu, tapi bukan kayu hutan ya, bisa saja kayu jati, sengon dan juga mahuni yang banyak dibudidayakan masarakat yang pada umumnya diperkampungan.
Banyak cara untuk mengetahui berapa jumlah kubikasi kayu gelondongan yang sudah ditebang ataupunmasih dalam keadaan kayu itu masih berdiri. Caranya sangat mudah tidak sesulit belajar metematika ketika jaman SD dahulu, caranya prktis dan tidak pakai lama.
Loging Truck
Pertama jika kita akan memborong kayu atau menjual kayu hasil budidaya kita, misalkan satu batang, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menghitung tinggi kayu, yang dimaksut tinggi kayu jika masih dalam keadaan berdiri dan sampai mana batas kayu yang bisa kita ambil, karena tidak mungkin dong kita ambil semuanya berikut rantingnya. Nah perkirakan panjang kayu berapa metar, misalkan 4 meter. Lalu ukur atau perkirakan diameter ujung dan pangkal. Misalkan pangkal mempunyai diameter 80 CM. sementara ujung di perkirakan memiliki diameter 60 CM berarti kubikasi kayu tersebut adalah 2 kubik kurang lebih. Nah.! bagaimana Mudahkan.!

Rumusnya seperti ini.
Rumus kubikasi kayu sama dengan menghitung volume tabung, luas lingkaran (m2) x tinggi (m) = volume log (m3).
Luas lingkaran = 3,14 x r x r. r adalah jari jari atau diameter/2.
Misal satu potongan log 130 cm (1.3m) kayu sengon jabon dll dengan diameter 30 cm (0,3m), berarti volumenya per log tersebut yaitu 3,14×0,15mx0,15mx1,3m = 0,09 m3. Berarti satu pohon dengan ketinggian 13 m dan diameter 30 cm sudah bisa mencapai volume 1 m3. Namun perlu diperhitungkan juga pengecilan diameter ketika pohon semakin tinggi. Penghitungan akurat kubikasi adalah dalam kondisi terpotong log dan dikuliti.

Bisa juga rumus diubah menjadi 0,7854 x diameter (cm) x diameter (cm) x panjang log (cm) : 1.000.000= volume dalam m3.  Hasilnya adalah sama saja karena 0,7854 adalah 3,14 dibagi 4 (karena menggunakan diameter bukan radius), pembagian 1.000.000 adalah karena pengkonversian dari cm3 ke m3. Ingat pelajaran SMP kita tentang luas tabung?

Bagimana masih bingung.!
Sekarang saya kasih rumus yang gampang. Diameter pangkal ditambah Diamter Ujung, dikalikan Panjang kayu, hasil nya dikalikan dengan bilangan 0.7854.
(D + D x P x 0.7854)
Diameter pangkal = 80 CM
Diameter Ujung = 60 CM
Panjang kayu = 400 cm
( 80 + 80 x 400 x 0.7854 = 2,1991 dibulatkan menjadi 2.20 meter Kubik.
Bagaimana sudah tidak bingungkan, lets Go… yang mau jadi pemborong kayu langsung saja ya.. hahaha… ok demikian saja salam sukses selalu dari Qberitakan.com

Terimakasih atas kunjungan Anda di Q-BERITAKAN. "Bagi yang Berminat menulis di Q-BERITAKAN?. Punya Pengalaman Unik dan Menarik, atau ingin Berbagi Cerita, Berita, Informasi, Senibudaya dan informasi lainya. Silahkan Kirim tulisan anda ke e-mail: prasetyo.budi3@gmail.com atau Melalui Contact Us di bagian atas.
Share on Google Plus

About Admin bos

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

17 komentar:

  1. Kang itu kayunya besar sekali, itu namanya kayu apa ya kang ?

    ReplyDelete
  2. Itu kayu keruing, meranti,medang, karay, resak kang Iman.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ohh namanya itu ya kang, soalnya saya tahunya hanya kayu jati dan kayu cayur soalnya bapak saya tukang mebel kang ...

      Delete
    2. ha ha ha ha iya kang, memang banyak jenis kayu di indonesia..

      Delete
  3. Wah kang hati hati nanti kayunya melinding, ngeri ya kang bos kalau lihat kayu segede gituh, soalnya saya belum pernah lihat kayu segede gituh paling gede ya kayu jati, tapi itu pohon apa yang kang bos ko besar banget batangnya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha itu saudah jadi makan saya setiap hari waktu kerja di haph dulu kang Nurul Iman..

      Delete
  4. Bang, itu truck loggingnya Renault ya?
    Berapaan harganya ya?

    ReplyDelete
  5. kang, minta no. hpnya atau pin bb dong... saya mau konsultasi ini mengenai kubikasi kayu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cara paling gampang menggunakan kalkulator. ukur diameter kayu Ujung dan Pangkal, misalkan panjang 10 meter = 10.00 ujung 40, pangkal 70. jadi rata ujung pangkal 40 + 70/ 2= 55. sudah ketemu diameter rata rata 55. pada calculator. 55 x 55 x 10.00 x 7854 = 2,375 untuk kubikasi dua angka di belakang koma lebih dari lima dibulatkan keatas jadi kubikasinya menjadi 2,38 kubik. kurang jelas tlp ke 081276160209

      Delete
  6. Bang saya punya kebun jati ada 200 pohon dengan ukuran lingkaran 75 60 40 30 20. Kira2 semua itu bisa dapat berapa kubik yah bang.... Mohon petunjuk

    ReplyDelete
  7. Diameter Pangkal rata dari 200 batang 45, diameter ujung rata-rata 25. Sedangkan panjang rata 12 meter. Diameter rata rata 35.
    Pukul rata perpohon 1.40 m3. Total sekitar 280 m3.

    ReplyDelete
  8. Sangat bermamfaat bagi kta yg blum mengenal

    ReplyDelete
  9. Bang contoh ini
    Medle kayu 47 panjangnya 4.2m berapa m3 kayu itu bang?

    ReplyDelete
  10. Bagimana masih bingung.!
    Sekarang saya kasih rumus yang gampang. Diameter pangkal ditambah Diamter Ujung, dikalikan Panjang kayu, hasil nya dikalikan dengan bilangan 0.7854.
    (D + D x P x 0.7854)
    Diameter pangkal = 80 CM
    Diameter Ujung = 60 CM
    Panjang kayu = 400 cm
    ( 80 + 80 x 400 x 0.7854 = 2,1991 dibulatkan menjadi 2.20 meter Kubik.

    bang itu dari hasilnya yang abang jelasin dari 2,1991 cm3 kok bisa jadi 2,20 m3 gimana?
    bukan jadi 0,00000220 m3 ya?

    ReplyDelete
  11. terus diameternya 80 darimana, kalo rata-rata d.pangkal+d.ujung/2 apa bukan 70?

    ReplyDelete
  12. ujung misal 40 dan pangkal 60.. tambahkan ujung pangkal 40+60=100/2 = 50 jadi diameter ujung pangkal adalah 50.

    ReplyDelete
  13. ada yang tau ga segede apa satu pohon sonokeling yang harganya bisa sampe 40 juta? apa bisa satu pohon harganya segitu?

    ReplyDelete